BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan membangun sejumlah fasilitas pengolahan sampah secara bertahap di setiap kecamatan. Ini untuk mendorong target pengurangan sampah hingga 50 persen di Kota Minyak.
Sesuai dengan target pemerintah pusat sekaligus menekan volume sampah yang masuk ke TPA Manggar. Seperti pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Tahun ini TPST dibangun di Kilometer 12 Karang Joang dan Graha Indah. Nantinya mampu mengolah 30 ton sampah per hari dengan metode daur ulang, kompos, hingga maggot.
“Kemudian material recovery facility (MRF) dan intermediate treatment facility (ITF),” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Sudirman Djayaleksana. Tahun ini, MRF yang berlokasi di Gunung Bahagia mendapat peningkatan fasilitas oleh Dinas Pekerjaan Umum. Harapannya dengan fasilitas baru ini, warga semakin terdorong dan aktif dalam pengolahan sampah.
Baca Juga: Pengurangan Sampah 50 Persen di Balikpapan Masih Terjegal, Ini Alasannya
“Hal paling penting kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumber atau rumah,” tuturnya. Semua untuk mengurangi volume sampah ke TPA Manggar yang diprediksi penuh pada 2028.
“Kami komitmen menangani masalah sampah melalui pengelolaan yang berkelanjutan,” sebutnya. Termasuk MRF Gunung Bahagia yang mendapat peningkatan sebagai salah satu langkah strategis.
Sehingga kegiatan mengolah dan memanfaatkan kembali sampah dari sumber berjalan maksimal. “Lewat fasilitas ini sampah dapat dipilah dan dimanfaatkan secara optimal,” imbuhnya. Selain bertujuan untuk mengurangi beban TPA Manggar, keberadaan fasilitas pengolahan sampah sekaligus mewujudkan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki