Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bandara SAMS Sepinggan Siapkan Posko Terpadu Nataru 2025/2026, Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Penerbangan

Dina Angelina • Rabu, 10 Desember 2025 | 19:34 WIB
Iwan Novi Hantoro (kiri) dalam pertemuan di Bandara SAMS Sepinggan.
Iwan Novi Hantoro (kiri) dalam pertemuan di Bandara SAMS Sepinggan.

KALTIMPOST.ID-Demi menjaga kelancaran dan keamanan penumpang. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan siap membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Nataru 2025/2026.

Rencananya posko akan berlangsung selama 21 hari. Terhitung mulai 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Sebagai salah satu persiapan, Angkasa Pura Indonesia menggelar koordinasi.

Tepatnya Airport Security Committee (ASC) ke-VI dan Facilitation Committee (FAL) ke-II. Berlokasi di Gedung Serba Guna Kantor Cabang Bandara SAMS Sepinggan, Rabu (10/12).

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Iwan Novi Hantoro menuturkan, ASC dilaksanakan empat kali setahun sesuai amanat KM 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.

Sementara FAL dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun sesuai PM 10 Tahun 2024. Ini merupakan langkah antisipatif dan terkoordinasi antara pihak-pihak terkait.

“Selama Nataru akan terjadi peningkatan volume penerbangan, kepadatan terminal, hingga kebutuhan layanan navigasi,” ungkapnya.

Dia mengajak semua stakeholder untuk meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan kewaspadaan dalam menghadapi periode Nataru kali ini. Terutama menciptakan koordinasi lintas sektor.

“Itu kunci keberhasilan penyelenggara angkutan udara yang aman, selamat, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” tuturnya.

Dalam rapat koordinasi ASC dan FAL committee membahas beberapa hal strategis untuk antisipasi. “Ketersediaan personel selama periode puncak dan kesiapan fasilitas terminal apron,” ungkapnya.

Kemudian persiapan sisi udara, keandalan peralatan navigasi penerbangan, pengaturan slot time, manajemen pergerakan pesawat, layanan keamanan.

“Keselamatan penerbangan, prosedur mitigasi cuaca ekstrem, dan langkah pengendalian antrean penumpang dan bagasi,” bebernya.

Iwan berharap, forum koordinasi menjadi wadah bagi seluruh pemangku kepentingan menyelaraskan prosedur, menuntaskan hambatan operasional, dan merumuskan langkah-langkah perbaikan berkelanjutan.

“Saya berharap kita evaluasi pelaksanaan fasilitas dan prosedur FAL yang telah berjalan,” sebutnya. Termasuk aspek keamanan, keselamatan, pelayanan, dan efisiensi operasional.

Dalam kesempatan tersebut membahas isu-isu strategis yang berpotensi memengaruhi kelancaran operasi penerbangan. Baik pada sisi udara maupun sisi darat.

Lalu menetapkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut. “Setiap hasil diskusi dapat diimplementasikan secara terukur dan konsisten oleh seluruh pihak terkait,” tuturnya.

Turut hadir Agus Sina mewakili CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia, Kapten Nur Hidayat mewakili Komandan Lanud Dhomber, dan Muhammad Arif mewakili Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII

Serta anggota-anggota ASC dan FAL Committee antara lain Komandan Rayon Militer 0905-03, Kapolsek KP3 Bandara, perwakilan Badan Intelijen Negara, Polresta Balikpapan, Basarnas Balikpapan, Dinas Perhubungan Balikpapan, CIQ (Custom, Immigration, Quarantine), BMKG, Balai Karantina Kesehatan, dan stakeholder di Bandara SAMS Sepinggan. (gel/rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan #kutai timur #Nataru 2025 2026 #Kutai Barat