BALIKPAPAN - Balikpapan sudah membangun rumah pompa yang berada di samping Hotel Zurich atau hilir DAS Ampal. Harapannya bisa mempercepat aliran air terbuang ke hilir.
Fasilitas ini sudah rampung dan beroperasi sekitar dua tahun terakhir. Namun wakil rakyat di legislatif menilai keberadaan rumah pompa belum berfungsi optimal. Setelah beberapa kali Balikpapan mengalami intensitas hujan tinggi.
Ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Yusri. Dia menilai masalah banjir belum bisa tertangani dengan baik. Terutama dari fasilitas rumah pompa yang masih menjadi PR.
“Kami mendengar dari masyarakat banyak mengeluh. Mereka berharap rumah pompa ini bisa mengatasi banjir,” sebutnya. Kenyataannya hingga kini tetap ada banjir dan genangan.
Yusri memberi contoh di kawasan Jalan MT Haryono maupun Gang Mufakat yang dekat dengan lokasi hilir DAS Ampal tersebut. Wilayah ini masih tetap mengalami banjir dan genangan air.
Walau memang cepat surut dari kondisi biasanya. Dia menegaskan, persoalan banjir masih jauh dari kata tuntas. Sementara pengendalian banjir membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Salah satu faktornya dari rumah pompa yang belum berfungsi optimal. Dia menyarankan agar ada evaluasi menyeluruh. Sehingga rumah pompa bisa bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Rumah pompa ini justru banyak dikeluhkan warga karena dampaknya belum terasa. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Kami akan terus mendorong persoalan ini,” tuturnya.
Dia berharap, rumah pompa yang ada saat ini bisa menjadi evaluasi untuk pembangunan rumah pompa selanjutnya. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan.
Setidaknya perlu 15 titik rumah pompa yang tersebar di lima kecamatan. “Idealnya seluruh kecamatan harus memiliki fasilitas rumah pompa,” imbuhnya. Sebab hampir seluruh wilayah kota berpotensi banjir.
Yusri menambahkan, pihaknya akan terus mendorong Pemkot Balikpapan untuk menindaklanjuti kajian dan rencana pembangunan rumah pompa tersusun. Harapannya ini menjadi skala prioritas.
Saat ini, kajiannya sudah ada dan tinggal menunggu pelaksanaan sesuai peruntukan dan kebutuhan. “Semua sudah masuk rencana baik pompa kapasitas besar dan kecil,” tandasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki