KALTIMPOST.ID-Perkembangan kualitas hidup masyarakat Balikpapan menunjukkan tren yang semakin solid dalam lima tahun terakhir.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Balikpapan terus meningkat sepanjang periode 2021–2025 dan tahun 2025 berhasil mencapai angka 83,23 poin.
Capaian itu menempatkan Balikpapan dalam kategori pembangunan manusia sangat tinggi serta menjadi salah satu daerah dengan IPM tertinggi di Kaltim.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama mengatakan, IPM Balikpapan naik secara konsisten dari 81,07 poin pada 2021 menjadi 81,49 poin pada 2022.
Lalu meningkat ke 82,03 poin pada 2023, 82,62 poin tahun 2024, dan akhirnya mencapai 83,23 poin pada 2025.
“Rata-rata pertumbuhan IPM selama periode (2021-2025) tersebut tercatat sebesar 0,66 persen per tahun,” sebutnya.
Kenaikan IPM itu didorong oleh perbaikan di seluruh dimensi penyusunnya, terutama pada dimensi pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, perbaikan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di kota ini.
“Selama 2021 hingga 2025, seluruh komponen IPM Balikpapan menunjukkan tren positif. Dimensi umur panjang dan hidup sehat serta dimensi pengetahuan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan IPM,” ucap Marinda.
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, indikator umur harapan hidup (UHH) saat lahir terus mengalami peningkatan.
Pada 2021, UHH Balikpapan tercatat sebesar 75,50 tahun dan meningkat menjadi 76,24 tahun pada 2025.
Kenaikan UHH sepanjang lima tahun mencapai 0,74 tahun atau rata-rata tumbuh 0,24 persen per tahun.
Bahkan pada 2025, peningkatan UHH mencapai 0,37 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan periode 2020–2024. Sementara dimensi pengetahuan juga memperlihatkan perkembangan yang stabil.
Harapan lama sekolah (HLS) penduduk usia tujuh tahun ke atas meningkat secara konsisten dari 14,22 tahun pada 2021 menjadi 14,26 tahun pada 2025.
Di sisi lain, rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas naik dari 10,91 tahun pada 2021 menjadi 11,04 tahun pada 2025.
Marinda menuturkan peningkatan indikator pendidikan ini mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap pendidikan formal serta keberlanjutan jenjang pendidikan yang ditempuh warga Balikpapan.
“Peningkatan HLS dan RLS menunjukkan bahwa masyarakat Balikpapan tidak hanya memiliki peluang sekolah yang lebih panjang. Tetapi juga mampu mempertahankan partisipasi pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi,” katanya.
“Secara regional, IPM Balikpapan pada 2025 menempati peringkat kedua tertinggi dari 10 kabupaten/kota di Kaltim,” sambungnya.
Adapun Samarinda berada di peringkat pertama dengan IPM 83,53 poin, disusul Balikpapan 83,23 poin, dan Bontang 83,04 poin. (rd)
Editor : Romdani.