BALIKPAPAN - Sesuai arahan Kementerian Perhubungan, Pelabuhan Semayang resmi membuka kegiatan Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru). Terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.
Personel gabungan bertugas selama kurang lebih 22 hari. Mulai dari kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I, TNI, Polri, operator kapal, operator pelabuhan, dan berbagai pihak terkait.
Tujuannya memastikan aspek keselamatan pelayaran dan penumpang kapal. Kepala KSOP Kelas I Balikpapan Capt. Weku Frederik Karuntu mengatakan, pihaknya memprediksi Nataru tahun ini akan mengalami peningkatan penumpang sekitar 20 persen di Balikpapan.
Apalagi melihat dari kapal-kapal selama Nataru telah mendapat dispensasi penumpang. “Kapal Pelni dari biasa 1.900 penumpang mendapat dispensasi hingga 2.946 penumpang,” ujarnya.
Kemudian kapal passenger Roro (roll-on roll-off) yang mendapat dispensasi hingga 1.200 penumpang. Kondisi normal hanya 800 penumpang. Namun sebelum kapal mendapat dispensasi, semua telah melalui pemeriksaan.
“Ada marine inspector pengamat keselamatan kapal melakukan pengecekan ramp check,” sebutnya. Semua efek keselamatan harus dipenuhi. Termasuk kenyamanan penumpang di atas kapal.
KSOP memastikan semua kapal memenuhi persyaratan keselamatan. Harapannya tidak terjadi kejadian luar biasa yang tak kita inginkan. Ini membutuhkan peran seluruh instansi dan stakeholder terkait.
“Bagaimana masyarakat merasa tenang aman dan mereka tidak was-was selama perjalanan,” tuturnya. Selama pelaksanaan posko Nataru, pihaknya berhubungan erat dengan BMKG untuk prakiraan cuaca.
KSOP juga sudah menginstruksikan itu termasuk bagian daripada ramp check. “Bahwa operator kapal juga harus memperhatikan laporan cuaca yang diterbitkan oleh BMKG,” tuturnya.
Kemudian di posko ada fasilitas untuk melihat real time kondisi cuaca sebelum kapal mereka berangkat. “Kalau memang cuacanya tidak memungkinkan sebaiknya ditunda dulu sampai cuaca,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki