BALIKPAPAN - Sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Balikpapan sempat mengalami kenaikan harga. Selain karena momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), pasokan dari daerah penghasil berkurang.
Terpantau harga cabai rawit, bawang merah, dan bawah putih meningkat sekitar dua pekan lalu. Pemkot Balikpapan selaku pengambil kebijakan mengeluarkan strategi untuk menekan harga pasar.
"Misal pemerintah bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) melalukan intervensi dengan menggelar pasar murah," kata Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar.
Pasar murah berlangsung di berbagai titik selama Desember 2025. "Ini untuk stabilisasi harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok," tuturnya.
Menurutnya pasar murah merupakan upaya konkret menjaga daya beli masyarakat. Sekaligus menekan gejolak harga menjelang Nataru. Pihaknya memastikan setiap hari ada pemantauan harga dan pasokan pangan.
Sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau. Dia berharap masyarakat yang berbelanja di pasar rakyat juga bisa selektif membeli sesuai kebutuhan.
"Tidak perlu sporadis belanja kebutuhan rumah tangga," ujarnya. Haemusri mengimbau agar warga tetap berbelanja seperti biasa dan bijak sesuai kebutuhan di rumah masing-masing.
Langkah ini penting menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga dan membantu mengendalikan inflasi daerah. Berdasarkan peninjauannya di beberapa pasar rakyat, Haemusri melihat masih ada komoditas yang mengalami kenaikan harga.
"Bawang merah, tomat, dan cabai keriting," imbuhnya. Beberapa waktu lalu peningkatan cukup signifikan seperti cabai menyentuh harga Rp 100.000 per kilogram.
"Ini menjadi perhatian kami untuk melakukan intervensi seperti pasar murah," tuturnya. Demi daya beli masyarakat tetap terjaga jelang Nataru.
Editor : Muhammad Ridhuan