Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ekspose Akhir Tahun 2025, Wali Kota Balikpapan Ungkap Realisasi 9 Program Prioritas

Dina Angelina • Selasa, 23 Desember 2025 | 14:21 WIB

Ekspose Akhir Tahun 2025 yang digelar Pemkot Balikpapan di BSCC Dome, Senin (22/12).(ANGGI PRADITHA/KP)
Ekspose Akhir Tahun 2025 yang digelar Pemkot Balikpapan di BSCC Dome, Senin (22/12).(ANGGI PRADITHA/KP)

BALIKPAPAN - Berbagai program pembangunan dan prestasi Balikpapan sepanjang tahun ini disampaikan dalam kegiatan Ekspose Akhir Tahun 2025. Berlokasi di BSCC Dome, Senin 22 Desember 2025.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud hadir bersama Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo. Serta jajaran pejabat dan forum koordinasi pimpinan daerah di lingkungan Pemkot Balikpapan. 

Seperti tahun-tahun sebelumya, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan ketua RT, LPM, LSM, dan pekerja sosial masyarakat se-Kota Balikpapan. 

Baca Juga: Jabatan Sekretaris Kota Balikpapan Lowong: Wali Kota Rahmad Mas’ud Segera Tunjuk Pelaksana Tugas

Rahmad mengatakan, realisasi pembangunan Balikpapan sesuai dengan 9 program prioritas. “Baik pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, birokrasi hingga air bersih sudah jalan,” katanya kepada awak media. 

Contohnya dalam transformasi birokrasi telah tersedia 362 titik wifi gratis yang tersebar di seluruh kecamatan. Mulai dari kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, taman, pasar hingga ruang publik lainnya. 

Selanjutnya terkait peningkatan pelayanan kesehatan, Balikpapan memberi bantuan iuran BPJS Kesehatan gratis bagi kelas III. “Total ada 208.406 orang penerima manfaat dengan biaya mencapai Rp 99,6 miliar,” ucapnya.

Baca Juga: Kejar Target Rp 22 Triliun, Investasi Balikpapan Sudah Tembus Rp 19,8 Triliun hingga Triwulan III 2025

Kini Balikpapan berhasil mencatat universal health coverage (UHC) hingga 98,76 persen. Dia menyadari tentu masih banyak kekurangan yang dilakukan pemerintah. 

Sehingga tahun depan berbagai pekerjaan rumah tetap menanti. “Ini harus dijalankan karena amanah dan tanggung jawab kami sampaikan ke publik,” tuturnya. 

Meski tantangan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD). Pihaknya menunda rencana pembangunan sarana prasarana yang tidak mendesak terhadap pelayanan publik. 

“Contoh ingin punya lapangan bola dan taman di setiap kecamatan masih bisa pending. Kami mengutamakan pembangunan infrastruktur atau pelayanan yang menyentuh masyarakat,” bebernya.

Rahmad berharap masyarakat memahami penataan kota perlu proses dan program prioritas semakin sempurna. “Bagaimana menghadapi dan mengatasi masalah dengan bijak. Demi kepentingan dan kebaikan masyarakat,” tandasnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#pemkot balikpapan #Rahmad Mas ud