KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengapresiasi spesial kepada penumpang terakhir di Tahun 2025. Berlokasi di ruang tunggu keberangkatan Gate 6.
Penerbangan terakhir tahun ini yakni maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG 425. Rute Balikpapan–Jakarta yang lepas landas pukul 20.13 Wita. Para penumpang mendapat bunga dan suvenir khas Kalimantan. Itu bentuk komitmen Bandara SAMS Sepinggan menghadirkan pelayanan yang hangat dan berkesan bagi setiap pengguna jasa.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan R Iwan Winaya Mahdar menyapa dan memberikan suvenir secara langsung kepada para penumpang. Bersama pejabat dari Angkasa Pura Indonesia. Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar momen hitungan mundur menuju 2026, atau hanya pergantian kalender. Namun, momentum tepat untuk berterima kasih.
“Kami mengapresiasi seluruh petugas yang telah bekerja keras menjaga kelancaran operasional sepanjang 2025,” bebernya. Pihaknya juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para penumpang. “Khususnya atas kepercayaan memilih Bandara SAMS Sepinggan sebagai pintu gerbang perjalanan mereka,” ujarnya. Iwan menambahkan, kepuasan pengguna jasa adalah prioritas utama.
Kepercayaan masyarakat menjadi motivasi untuk terus berinovasi. “Serta meningkatkan kualitas pelayanan di tahun mendatang dengan komitmen melayani sepenuh hati,” tuturnya.
Kegiatan tersebut diawali dengan doa bersama untuk saudara-saudara korban bencana. Mulai yang berada di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan. Setelah itu, penumpang disuguhkan tampilan tarian nusantara. Sembari melepas keberangkatan mereka. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah penumpang terpilih.
Salah satu penumpang QG 425 Danisa bercerita, merasa tersentuh dengan perhatian manajemen Bandara SAMS Sepinggan. Dia mendapat pengalaman yang baik karena pelayanan petugas sangat ramah. “Kejutan suvenir itu seperti kado terindah bagi saya di penghujung tahun. Terima kasih Bandara SAMS Sepinggan,” ucapnya. Sementara penumpang lainnya, Budi, mengaku terkejut dengan sambutan tersebut.
“Pertama kalinya saya merasakan apresiasi yang begitu hangat dari pihak bandara,” sebutnya. Belum lagi pemberian suvenir khas Kalimantan sangat berkesan. Menurutnya, itu menjadi penutup tahun yang luar biasa.
Editor : Dwi Restu A