KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Posko Terpadu Angkutan Udara Natal dan Tahun Baru (Nataru) resmi ditutup pada Senin, 5 Januari 2026. Termasuk pengawasan Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII di 7 bandara selama periode Nataru.
Mulai Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Bandara APT Pranoto, Bandara Kalimarau Berau, Bandara Juwata Tarakan, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Bandara Iskandar Pangkalan Bun, dan Bandara H. Asan Sampit.
Tercatat pertumbuhan pesawat dan penumpang dibanding periode yang sama tahun lalu pada 7 bandara tersebut. “Pesawat naik 4 persen dan penumpang 6,27 persen,” kata Kepala Otban Wilayah VII Ferdinan Nurdin.
Otban Wilayah VII membawahi tiga provinsi dengan total 28 Bandara. Ada pun peningkatan terbesar di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Lalu menyusul terbesar kedua di Bandara Kalimarau Berau.
“Total ada sekitar 136 pesawat yang kita lakukan pengecekan. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” sebutnya. Sementara untuk seluruh Indonesia kurang lebih sekitar 600 pesawat yang mendapat pengecekan.
Secara umum angkutan udara selama Nataru berjalan lancar dan normal. Menurutnya tidak ada kendala yang signifikan seperti kerusakan pesawat. Ini tidak terlepas dari peran inspektur di Otban Wilayah VII.
“Seperti inspektur bidang navigasi penerbangan melakukan monitoring di AirNAV,” sebutnya. Kemudian inspektur kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara melakukan monitoring kepada maskapai.
Selanjutnya inspektur bandar udara, inspektur keamanan penerbangan, dan inspektur angkutan udara. “Total ada 5 kelompok inspektur penerbangan yang setiap hari melakukan monitoring di 7 bandara tadi,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo