KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Angka kesakitan super flu seperti influenza biasa. Namun dengan gejala yang lebih berat. Seperti nyeri seluruh badan dan demam tinggi.
“Periode sembuh juga lumayan lama hingga 14 hari,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati. Dia bercerita, super flu memiliki perbedaan besar dengan Covid-19.
Mengingat Covid-19 memiliki risiko bahaya karena virus dapat menyerang hampir seluruh organ dalam tubuh. Sehingga super flu seharusnya bisa tertangani lebih baik.
Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengimbau masyarakat tetap waspada dan antisipasi penyebaran super flu. Caranya dengan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Misalnya cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun dan memakai masker. Jika merasa mengalami gejala flu bisa segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan.
“Apabila setelah melakukan perjalanan jauh silakan melakukan isolasi diri dulu,” ujarnya. Misalnya setelah perjalanan ibadah umrah, perjalanan dari daerah epidemi super flu.
Antisipasi juga dapat dilakukan dengan konsumsi makanan bergizi. Di antaranya sayur, buah, hingga vitamin untuk meningkatkan imunitas. Pihaknya siap melakukan penanganan jika ditemukan kasus super flu.
Pihaknya memastikan hingga kini belum ada temuan kasus super flu di Balikpapan. Sehingga aman dari penyebaran kasus influenza A tersebut. (*)
Editor : Ismet Rifani