KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, menyasar ke hampir semua sektor. Hal ini turut membuat seluruh daerah menyiasati program yang telah berjalan.
Hal itu juga yang tengah dilakukan oleh Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan. Di mana, beberapa program yang telah berjalan sebelumnya, terpaksa dikaji ulang.
Dikatakan Kepala DKUMKMP Heruressandy Setia Kesuma, tahun ini program yang mestinya berjalan, masih sama seperti sebelumnya. Hanya memang, beberapa kegiatan ada yang dihapus karena efisiensi dana TKD tadi.
“Itu berimbas juga ke program-program kami. Jadi ada sepuluh sub-kegiatan kami hapus, di antaranya juga ada yang berhubungan dengan pemberdayaan UMKM,” jelasnya.
Meski begitu, Heru menyebut pada prinsipnya program pemberdayaan lainnya, berupa perizinan dan pendampingan, masih tetap dibuka. Sehingga, program-program utama untuk UMKM masih aktif.
Termasuk, lanjutnya, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang juga tetap diadakan pendampingan untuk operasional usaha. Sementara untuk yang industri, pihaknya lebih menekankan ke pendampingan daripada pemberian bantuan.
“Karena sifatnya yang pemberian bantuan dananya lebih besar. Jadi lebih banyak ke pelatihan, pendampingan itu masih kami buka. Perizinan juga masih, karena itu yang sifatnya fundamental di kami,” tambahnya.
Dia menambahkan, program pendanaan memang kebanyakan bergerak dalam hal pemberian bantuan. Di luar dari usaha yang sudah sukses dan legalitasnya sudah lengkap, pihaknya memang kerap memberikan bantuan.
“Nah, karena ini pendanaannya sudah berkurang, kami lebih kepada di hulunya saja, untuk perizinan dan legalitas lainnya,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani