Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Aman dan Kondusif, Pipa di Depan SMP 11 Balikpapan Akhirnya Dieksekusi  

Supriyono Lupus • Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:02 WIB

 

Proses pemotongan pipa yang berada di tengah jalan Taman Sari, depan SMP 11 Balikpapan.
Proses pemotongan pipa yang berada di tengah jalan Taman Sari, depan SMP 11 Balikpapan.

BALIKPAPAN - Setelah puluhan tahun menjadi sumber kecemasan warga dan pengguna jalan, pipa  yang berada di tengah jalan tepatnya di depan SMP Negeri 11, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, akhirnya berhasil dipotong.

Eksekusi yang digelar, Sabtu (17/1/2026) ini berjalan lancar dan kondusif berkat koordinasi solid antara Tim Kontraktor Pertamina, BPBD Balikpapan, TNI-Polri, Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan, Anggota DPRD Balikpapan Japar Sidik, serta masyarakat yang diwakili Ketua RT 64 dan warga sekitar.

Keberadaan pipa ini telah menjadi pengetahuan warga setempat sejak dekade 1970-an. Pipa yang berada tepat di tengah jalan ini dinilai sangat membahayakan dan telah memicu beberapa insiden kecelakaan. Upaya penanganan telah melalui berbagai rapat koordinasi di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota.

Camat Balikpapan Utara, Umar Adi, menjelaskan proses panjang hingga eksekusi. “Terakhir, ini mewakili pemerintah kota, kami melakukan rapat dengan instansi terkait. Bukan hanya internal pemerintah kota, tapi juga ada dari jajaran SKK Migas,” ujarnya.

Hasil koordinasi dan konfirmasi surat-menyurat selama ini menghasilkan kesimpulan bahwa pipa tersebut bukan merupakan aset Pertamina maupun PDAM. “Sehingga inisiatif kami bersama warga atas saran dan arahan dalam rapat, kami lakukan eksekusi,” tegas Umar Adi.

Sebagai main kontraktor pabrikasi yang ditugaskan, PT Pinang Jaya Satu memastikan eksekusi dilaksanakan dengan standar keamanan kerja (safety procedure) yang sangat ketat, khususnya untuk memastikan tidak ada kandungan berbahaya di dalam pipa.

Nurul Ilmi, Direktur PT Pinang Jaya Satu, memaparkan metode bertahap yang diterapkan timnya. “Yang pertama kita pastikan energi apa yang ada di dalam,” katanya.

Setelah semua baut terlepas dan pipa sedikit diangkat, tim langsung melakukan pengecekan dengan gas detektor. “Ternyata gas detektornya tidak aktif yang berarti tidak ada kandungan gas didalamnya,” ucap Nurul.

 

Kondisi pipa yang berhasil dipotong langsung ditutup semen sejajar dengan jalan dan tidak membahayakan pengguna jalan.         
Kondisi pipa yang berhasil dipotong langsung ditutup semen sejajar dengan jalan dan tidak membahayakan pengguna jalan.      

 

Untuk langkah pengamanan ekstra, tim kemudian menyemburkan air ke dalam pipa. Supaya menekan bilamana ada gas yang menyembur. Karena massa air lebih berat daripada gas. Bila gasnya tidak keluar, sudah tidak ada pasti bahan yang mudah terbakar yang di dalam. Baru dilakukan pemotongan pipanya sesuai prosedur.

Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari sinergi semua pihak di lapangan. Camat Umar Adi mengapresiasi kondisi yang terkendali. “Kondisi masih aman, relatif kondusif. Dan tim di lapangan kami sudah berkoordinasi BPBD, aparat TNI Polri, perwakilan masyarakat, ketua RT, sehingga sampai ke kecamatan dan kelurahan dalam penanganannya,” tuturnya.

Dengan pengawalan ketat dari TNI-Polri dan pemantauan BPBD, proses eksekusi dapat berjalan tanpa gangguan. Target untuk menuntaskan pemotongan pipa sejajar dengan permukaan jalan pada hari itu pun berhasil dicapai.

“Target hari ini, bila tidak ada halangan, maka eksekusi akan terjadi hari ini ditutup sejajar dengan jalan yang paling normal,” pungkas Camat Umar Adi. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Graha Indah #Umar Adi #Pipa #balikpapan utara #pertamina