KALTIMPOST.ID-Balikpapan digagas sebagai Connecting Hub Pulau Kalimantan. Simpul langit yang menggerakkan manusia, barang, dan peluang ekonomi ke seluruh penjuru Borneo hingga internasional.
Salah satu langkah untuk mendukung hal tersebut. Kini Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII telah membahas optimalisasi aset idle Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Kepala Otban Wilayah VII Ferdinan Nurdin mengatakan, aset yang dimaksud berupa lahan seluas 7,2 hektare.
Berlokasi di depan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
“Itu diproyeksikan menjadi katalis pengembangan kawasan kebandarudaraan dan ekonomi aviasi,” ucapnya. Sehingga mendukung bandara di wilayah sekitar yang akan beroperasi optimal.
Hal itu dibahas saat rapat bersama pemangku kepentingan terkait. Mulai Dinas Perhubungan Kaltim, Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, hingga Bandara SAMS Sepinggan.
Selain itu, Otban Wilayah VII mempersiapkan perubahan status Bandara Nusantara IKN menjadi bandara internasional. Kemudian persiapan pengoperasian Bandara Khusus Bayan.
Pihaknya telah bertemu Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Dalam kesempatan tersebut, ada pembahasan berbagai proyek strategis yang menjadi pilar masa depan transportasi udara Kalimantan.
Seperti perkembangan pembangunan Bandara Ujoh Bilang (Mahakam Ulu) dengan landasan pacu sepanjang 700 meter. Lalu rencana penetapan Bandara APT Pranoto Samarinda sebagai bandara internasional.
Melalui rute Samarinda-Kuala Lumpur yang akan dilayani Malindo Air dan Batik Air. Serta rencana penetapan National Logistics Ecosystem (NLE) di BLU UPBU Kalimarau - Berau.
“Sekaligus menjadikannya sebagai bandara substitusi bagi Bandara Aceh yang masih terdampak bencana banjir,” bebernya.
Dia menegaskan semua rencana dapat tercapai dengan sinergi dan kebersamaan yang solid. “Langit Kalimantan dapat diubah menjadi ruang peluang tanpa batas,” sebutnya.
Sebuah titik balik sejarah dalam membangun jaringan udara Kalimantan yang modern, tangguh, dan terintegrasi. (rd)
Editor : Romdani.