Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pipa di Depan SMP 11 Akhirnya Dieksekusi, Jalan Taman Sari Balikpapan Kini Tak Lagi Rawan Kecelakaan

Supriyono Lupus • Senin, 19 Januari 2026 | 07:05 WIB
Proses pemotongan pipa di tengah Jalan Taman Sari depan SMP 11 Balikpapan Graha Indah. (FOTO LUPUS/KP)
Proses pemotongan pipa di tengah Jalan Taman Sari depan SMP 11 Balikpapan Graha Indah. (FOTO LUPUS/KP)

KALTIMPOST.ID-Setelah puluhan tahun menjadi sumber kecemasan warga dan pengguna jalan, pipa yang berada di tengah badan jalan di depan SMP Negeri 11, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, akhirnya berhasil dipotong.

Eksekusi yang dilaksanakan Sabtu (17/1) tersebut berlangsung lancar, aman, dan kondusif setelah melalui proses koordinasi lintas instansi yang panjang.

Pemotongan pipa dilakukan oleh tim kontraktor dengan pengamanan ketat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta perwakilan masyarakat setempat.

Sejumlah pihak turut hadir di lokasi, termasuk anggota DPRD Balikpapan Japar Sidik, ketua RT 64, dan warga sekitar yang selama ini merasakan langsung dampak keberadaan pipa tersebut.

Keberadaan pipa di tengah jalan telah diketahui warga sejak dekade 1970-an. Posisi pipa yang menonjol di badan jalan dinilai sangat membahayakan dan beberapa kali disebut menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Warga dan pemerintah setempat telah berulang kali membahas persoalan ini melalui rapat koordinasi di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota.

Camat Balikpapan Utara Umar Adi menjelaskan, eksekusi pipa merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai instansi.

Pemerintah kecamatan, kata dia, terakhir melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk perwakilan dari SKK Migas.

Dari hasil penelusuran administrasi dan surat-menyurat yang dilakukan, disimpulkan bahwa pipa tersebut bukan merupakan aset Pertamina maupun PDAM.

“Berdasarkan hasil koordinasi dan konfirmasi, pipa ini bukan aset Pertamina atau PDAM. Atas dasar itu, serta masukan dari warga dan arahan dalam rapat, kami mengambil inisiatif untuk melakukan eksekusi,” ujar Umar.

Sebagai kontraktor pelaksana, PT Pinang Jaya Satu memastikan seluruh proses pemotongan dilakukan sesuai standar keselamatan kerja.

Direktur PT Pinang Jaya Satu Nurul Ilmi menjelaskan, sebelum pemotongan dilakukan, tim terlebih dahulu memastikan tidak ada energi berbahaya di dalam pipa.

Langkah awal dilakukan dengan melepaskan baut dan sedikit mengangkat pipa untuk melakukan pengecekan menggunakan gas detektor.

“Hasil pengecekan menunjukkan gas detektor tidak aktif, yang berarti tidak ada kandungan gas di dalam pipa,” jelas Nurul.

Untuk pengamanan tambahan, tim kemudian menyemburkan air ke dalam pipa. Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi gas, jika masih tersisa, agar tidak keluar saat pemotongan. Setelah seluruh prosedur keselamatan dipastikan, barulah pipa dipotong sesuai standar teknis.

Umar Adi mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, koordinasi yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, kontraktor, dan masyarakat menjadi kunci kelancaran eksekusi.

“Alhamdulillah kondisi tetap aman dan kondusif. Semua unsur, mulai dari BPBD, TNI-Polri, hingga perwakilan warga, berkoordinasi dengan baik,” ujarnya.

Dengan pengawalan ketat dan pemantauan di lapangan, pemotongan pipa berhasil diselesaikan hingga sejajar dengan permukaan jalan pada hari yang sama.

Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta memberikan rasa aman bagi warga Graha Indah yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan risiko tersebut. (pms/pus/rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #taman sari #Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas ud #Kutai Barat #rawan kecelakaan