BALIKPAPAN-Rasa syukur dan bangga dirasakan orangtua siswa Ghaniyyah Bahitsah, murid SMA 2 Balikpapan, Kelas 11 A. Ia bersama rekannya Chalisa Fatayah Rahmat dari SMA 2 Balikpapan, serta Sharah Aulia Rahmat dari SMA Negeri 3 Samarinda akan mengikuti Olimpiade Bahasa Jerman Nasional 2026.
Olimpiade digelar 21–23 Januari. Mereka terpilih sebagai wakil resmi provinsi Kaltim setelah lolos seleksi tingkat daerah. “Alhamdulilah, kami bangga dan bersyukur atas capaian anak kami,” ujar orangtua Ghaniyyah, Bambang Wijarnako. Saat ini ketiganya tengah di Jakarta seleksi tingkat nasional.
Namun di balik prestasi itu, perjuangan mereka tidak sepenuhnya berjalan mulus karena seluruh biaya keberangkatan harus ditanggung secara pribadi. Padahal mereka berhasil mengungguli peserta lain dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, sekaligus membawa nama daerah ke ajang akademik tingkat nasional.
Meski berstatus sebagai wakil resmi provinsi, para siswa ini belum mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kota. Kondisi itu membuat keluarga harus mengambil peran lebih besar agar kesempatan berlaga di tingkat nasional tidak terlewatkan.
“Keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk tetap berangkat dan berjuang. Kesempatan tampil di tingkat nasional adalah pengalaman berharga yang tidak datang dua kali,” jelasnya.
Bagi keluarga, keputusan untuk tetap berangkat bukan perkara mudah. Biaya transportasi, akomodasi, hingga kebutuhan selama lomba harus dipersiapkan dalam waktu singkat.
Namun mereka menilai perjuangan ini sebagai investasi penting bagi masa depan anak, sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap prestasi akademik. Partisipasi ketiga siswa ini menjadi cerminan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas yang lengkap, melainkan dari kerja keras, ketekunan, dan dukungan keluarga.
Mereka membawa nama Balikpapan, Samarinda, dan Kalimantan Timur, bukan sekadar nama sekolah. Keikutsertaan mereka di Olimpiade Bahasa Jerman Nasional 2026 diharapkan menjadi perhatian bersama, sekaligus pengingat bahwa generasi muda Kaltim memiliki potensi besar di bidang akademik, termasuk bahasa asing. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki