KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan koperasi, khususnya KKMP, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan menyelenggarakan pelatihan bagi pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Kegiatan yang berlangsung Kamis (22/1/2026) di Hotel Horison Ultima Bandara ini menjadi pendukung kemandirian dan perkembangan koperasi binaan pemerintah daerah.
Kepala DKUMKMP Balikpapan Heruressandy Setia Kesuma mengatakan pentingnya peran pengawas dalam mendukung keberlangsungan dan kemajuan KKMP. “Kami ingin memberikan insight baru kepada para pengawas kami, yaitu para lurah, yang diharapkan dapat membantu pelaksanaan kegiatan KKMP,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli dari Kementerian Koperasi untuk memberikan pembekalan mendalam.
Pelatihan difokuskan pada peningkatan pemahaman pengawas mengenai tiga aspek krusial; tata kelola koperasi, manajemen risiko, dan teknik auditing.
Materi ini dianggap menjadi dasar mengingat tugas pengawas tidak hanya memantau jalannya usaha, tetapi juga memastikan prinsip-prinsip koperasi diterapkan dengan baik.
“Hari ini kami ingin memberikan pemahaman wawasan tentang pengawasan koperasi, baik itu tata kelola, sedikit menyentuh manajemen risiko, bahkan auditing. Bagaimana pengawasan itu yang harus para pengawas lakukan,” jelas Heruressandy.
Selain pelatihan teknis, Heruressandy juga kembali menegaskan bahwa DKUMKMP memiliki kewajiban untuk mendampingi koperasi.
Dalam menghadapi keterbatasan anggaran, DKUMKMP mendorong strategi pertumbuhan yang bertahap. Pengurus diajak untuk menikmati proses belajar dari skala kecil. “Tidak perlu besar dulu, nikmati prosesnya dengan yang kecil-kecil. Belajarlah dari mengumpulkan keanggotaan, permodalan, lakukan dengan tepat sasaran,” pesannya.
Data yang diungkapkan menunjukkan dari 34 KKMP di Balikpapan, sebanyak 31 di antaranya aktif dan 3 tidak aktif. Untuk mengoptimalkan potensi ini, DKUMKMP mendorong terjalinnya sinergi antarkoperasi, bahkan membuka peluang kerja sama sesama KKMP se-Indonesia.
Heruressandy juga mengingatkan pentingnya perencanaan operasional yang matang, terutama bagi KKMP yang telah memiliki gerai usaha. “Yang sudah punya gerai, ini ada sedikit tambahan tugas tentang operasionalisasi. Itu juga harus dipikirkan dari sekarang. Jangan terlambat membuat perencanaannya,” imbuhnya. (*)
Editor : Duito Susanto