BALIKPAPAN - Harapan warga Balikpapan Barat memiliki fasilitas kesehatan baru kembali kandas. Akibat kegagalan kontraktor memenuhi tenggat waktu.
Kini, Pemkot Balikpapan berencana melakukan lelang ulang. Namun dengan melalukan evaluasi total sebelumnya. Hingga kini fisik rumah sakit di Jalan Letjen Suprapto tak nampak wujudnya.
Sementara masyarakat sudah lama menanti fasilitas kesehatan tersebut. Sebelumnya kontraktor terpilih PT Ardi Tekindo Perkasa mendapat masa pekerjaan sejak 2024.
Namun dengan alasan kendala lingkungan, mereka sudah mendapat perpanjangan waktu hingga beberapa kali. Terakhir 150 hari kerja pada Juli hingga November 2025. Sayangnya kontraktor tidak bisa memenuhi pekerjaan.
Walhasil kontraktor di-blacklist dan Pemkot Balikpapan harus lelang ulang proyek senilai Rp 106 miliar tersebut. Sebelum proyek berlanjut lagi akan ada kajian dari tim pemeriksa.
Seperti dari internal Inspektorat Balikpapan. “Nanti kita akan bahas di tingkat lebih lanjut untuk evaluasi,” kata Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo.
Menurutnya, evaluasi ini penting sebelum memulai proses lelang kembali. Sehingga tidak ada salah langkah ketika melaksanakan lanjutan pengadaan barang dan jasa untuk proyek tersebut.
“Karena rumah sakit menjadi hal utama, kita masih kekurangan lima rumah sakit di Balikpapan,” tuturnya. Rencananya Pemkot Balikpapan membangun dua rumah sakit terlebih dahulu.
Selain RS Balikpapan Barat, Bagus memastikan untuk proyek RS Balikpapan Timur tidak ada masalah. Proyek tetap berjalan tahun ini sesuai rencana. Pembangunan tahap awal dengan nilai anggaran Rp 50 miliar.
“Kalau RS Balikpapan Barat masih menunggu proses dulu untuk bisa mulai lelang lagi,” tuturnya. Bagus menjelaskan, lelang paling cepat baru dapat dilakukan dalam APBD Perubahan 2026.
Mengingat untuk proyek APBD murni harus masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). Ini disusun sudah setahun lalu. Sementara proyek RS Balikpapan Barat tidak masuk dalam RKPD 2026.
“Lelang ini kami usahakan paling cepat saat Perubahan. Kalau memang itu dimungkinkan,” ungkapnya. Sembari mengambil sisi positif dengan evaluasi proyek yang telah gagal sebelumnya.
Pemkot Balikpapan menargetkan tidak ada masalah di masa mendatang saat harus lelang ulang. “Kita selesaikan permasalahan dulu yang ada kemarin agar tidak ada salah lagi nanti,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki