KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Prediksi RS Balikpapan Barat gagal dibangun sudah bisa ditebak wakil rakyat legislatif sedari awal. Ini diketahui saat DPRD Balikpapan telah melakukan kunjungan ke lapangan.
Terutama Komisi III yang membidangi Pembangunan, Lingkungan Hidup, dan Perhubungan. Meski laporan di atas kertas, progres RS Balikpapan Barat sudah menyentuh 20 persen.
Namun kenyataannya sampai saat ini wujud bangunan RS Balikpapan Barat tidak nampak. Walhasil dilakukan pemutusan kontrak dan proyek RS Balikpapan Barat harus lelang ulang.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Baharuddin Daeng Lalla menuturkan, pihaknya beberapa kali meninjau lapangan terhadap proyek tersebut. Dia menyayangkan pembangunan fasilitas kesehatan ini tidak sesuai rencana.
Serta pengawasan lintas komisi. Mengingat proyek ini merupakan kepentingan pelayanan publik. Menurutnya hampir semua anggota dewan sudah melihat langsung kondisi RS Balikpapan Barat.
Apalagi dengan laporan progres 20 persen masih perlu penelusuran lebih lanjut. Sementara kalau pengamatan di lapangan, pekerjaan yang nampak hanya pekerjaan dasar dan penataan lahan.
“Klaim 20 persen, tapi yang terlihat baru pemenuhan kiri-kanan dan pekerjaan awal. Misalnya tanah uruk belum sepenuhnya selesai,” ungkapnya.
Kegagalan proyek senilai Rp 106 miliar ini tentu menjadi perhatian DPRD Balikpapan. Pihaknya memastikan fungsi pengawasan berjalan agar proyek tidak lagi gagal seperti sebelumnya.
“Informasi terakhir kontrak sudah diputus dan tahun ini akan dilakukan proses penilaian dan lelang ulang,” imbuhnya. Kini kontraktor terpilih PT Ardi Tekindo Perkasa sudah tidak melakukan pekerjaan.
Baharuddin menuturkan ada persoalan kontraktor pelaksana. Namun tidak menjelaskan detail masalah. “Saat ini kontrak diputus dan rencananya akan dilelang ulang. Kita tunggu proses selanjutnya,” tuturnya.
Dia menegaskan, proses lelang ulang harus dilakukan secara terbuka dan transparan. Sehingga bisa mendapat kontraktor pelaksana yang mampu menjalankan proyek.
“Siapapun nanti pemenang yang melanjutkan, tapi yang penting pekerjaannya harus bagus,” pungkasnya. Sebab ini proyek pelayanan publik demi kepentingan masyarakat di Balikpapan Barat. (*)
Editor : Ismet Rifani