KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Imbas proyek RS Balikpapan Barat yang gagal dibangun. Hingga kini masyarakat belum dapat menikmati fasilitas kesehatan yang telah dinanti.
Belum lagi DPRD Balikpapan juga menerima keluhan warga sekitar yang mengalami dampak pembangunan. Seperti rumah-rumah yang rusak di sekitar lokasi proyek.
Wakil rakyat di legislatif pernah melakukan rapat dengar pendapat tentang keluhan tersebut. "Kami terus sampaikan ke pemkot melalui dinas terkait agar ada penyelesaian," ujar Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Baharuddin Daeng Lalla.
Komisi III yang membidangi Pembangunan, Lingkungan Hidup, dan Perhubungan berkomitmen mengawal seluruh proses pembangunan RS Balikpapan Barat. Mulai dari lelang ulang hingga nanti pelaksanaan proyek.
Proyek ini penting karena terkait layanan dasar masyarakat di bidang kesehatan. Keterlambatan pembangunan langsung berdampak kepada warga terkait.
Menurutnya seharusnya fasilitas kesehatan ini sudah selesai dan bermanfaat bagi warga Balikpapan Barat. "Sementara masih memanfaatkan puskesmas yang beroperasi 24 jam," tuturnya.
Namun masalah juga datang karena jumlah tenaga kesehatan masih terbatas. "Semua tetap harus difasilitasi karena menyangkut kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Dia menegaskan, masalah pembangunan RS Balikpapan Barat begitu penting. Selama ini, masyarakat sangat berharap rumah sakit bisa cepat terwujud.
"Kami tetap mengawasi agar pembangunan berjalan sesuai aturan dan benar-benar bisa dimanfaatkan warga," tandasnya. (*)
Editor : Duito Susanto