KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Proses penyidikan terkait kegagalan stabilitas KM Dharma Kartika IX masih berlangsung. Petugas mendalami adanya dugaan keterlibatan kendaraan Over Dimension Overload (ODOL) sebagai pemicu insiden yang memakan korban jiwa tersebut.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan Capt Weku Frederik Karuntu menuturkan, saat ini penyebab KM Dharma Kartika IX yang mengalami kemiringan dalam proses penyidikan. KSOP telah melibatkan berbagai pihak.
Seperti Marine Inspector, penyidik pegawai negeri sipil (PPNS), dan Kepolisian yang langsung menangani kejadian tersebut. Terlebih kejadian ini menewaskan tiga orang akibat tertimpa muatan logistik.
Dia menegaskan, KSOP menjalankan dari sisi keamanan dan keselamatan pelayaran. “Kami sudah menurunkan juga petugas Marine Inspector untuk KM Dharma Kartika,” ucapnya kepada awak media.
Selanjutnya, KSOP akan memastikan bagaimana penerapan International Safety Management (ISM) Code. Ini terkait pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan kapal.
Sejauh ini untuk pemeriksaan sementara KM Dharma Kartika IX, KSOP melihat penerapan SOP sudah berjalan. Sedangkan untuk penyebab kemiringan masih perlu pembahasan detail.
“Ramp door kapal juga ada bebannya sekian ton. Itu hal yang wajar kalau memang pas dibuka kapal akan mengalami kemiringan sedikit,” ungkapnya.
Namun setiap kejadian ini tentu bergantung pada kondisi muatan saat itu. Itu semua baru dugaan KSOP. Nantinya menunggu hasil pemeriksaan Kepolisian yang melibatkan PPNS.
Kemudian dari Dinas Perhubungan ikut turun untuk mengecek kondisi muatan truk. Kendala yang kerap dialami kendaraan-kendaraan besar karena over dimension overload (ODOL).
“Apakah truk-truk ini memang masuk kategori ODOL, penyidikan sedang berlangsung,” jelasnya. Sehingga memastikan penyebab kemiringan bukan hanya dari sisi kapal saja. (*)
Editor : Ismet Rifani