BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) telah merumuskan program unggulan yang akan diterapkan pada tahun 2027, yakni Kelurahan Madani (Mandiri, Adaptif, dan Inovatif).
Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, menyampaikan bahwa kelurahan merupakan ujung tombak pembangunan kota. Melalui penguatan di tingkat kelurahan, pembangunan diharapkan dapat dimulai dari skala kecil oleh masyarakat, kemudian berkembang hingga memberikan dampak pada skala kota.
“Target dalam program Kelurahan Madani ini ada tiga fokus utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), ekonomi, dan lingkungan,” ujar Murni.
Pada aspek SDM, Kelurahan Madani diarahkan untuk menurunkan angka stunting yang saat ini masih cukup tinggi, yakni mencapai 24,8 persen atau hampir 25 persen. Sementara itu, pengembangan ekonomi akan difokuskan pada sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) serta ekonomi kreatif, dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di masing-masing wilayah.
Di Kecamatan Balikpapan Timur juga bisa dilakukan. Pemanfaatan ruang publik, termasuk area yang tidak terpakai seperti halaman parkir kantor kecamatan pada malam hari, dapat dikembangkan menjadi pusat UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Potensi yang ada kita dorong untuk dikembangkan, bisa dikumpulkan secara rutin agar menjadi penggerak ekonomi di kelurahan,” jelasnya.
Sementara pada fokus lingkungan, program Kelurahan Madani menitikberatkan pada pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Sampah tidak hanya dikelola untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga diolah agar memiliki nilai ekonomi, seperti menjadi maggot atau kompos.
Murni mencontohkan sejumlah wilayah yang telah berhasil mengembangkan potensi tersebut, salah satunya praktik pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Balikpapan Kota, di mana maggot hasil pengolahan sampah dimanfaatkan untuk pakan ayam petelur.
Hasilnya, selain membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekitar, kelompok pengelola juga memperoleh tambahan penghasilan. “Ini contoh ekonomi sirkular yang kita dorong. Sampah dikelola, hasilnya bisa dimanfaatkan dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Murni menegaskan pelaksanaan Kelurahan Madani akan berbasis kesiapan wilayah. Setiap kelurahan harus menyiapkan kelompok pengelola, lokasi, serta proposal yang jelas. Proposal tersebut nantinya akan dipaparkan oleh lurah untuk menjelaskan target, potensi pendorong, serta hambatan pelaksanaan program.
“Program yang kita danai harus fokus, siap dilaksanakan, dan targetnya masuk akal sesuai dengan kesiapan di lapangan,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki