KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem dan banjir rob yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Kaltim pada 1–4 Februari 2026.
Masyarakat Kalimantan Timur diimbau waspada menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Fenomena La Nina lemah dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Kalimantan, serta menghangatnya suhu permukaan laut di wilayah perairan Selat Makassar.
“Itu mendorong peningkatan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Timur,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Djoko Sumardiono.
Sehingga, dengan kelembapan udara yang cukup basah pada setiap lapisan udara, mampu mendukung peluang pembentukan awan-awan hujan di wilayah Kaltim.
“Kondisi itu menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang,” tuturnya.
Perkiraan terjadi di wilayah Mahulu, Kubar, Kutim, Bontang, Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Paser, dan Penajam Paser Utara.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak sekunder dari cuaca ekstrem tersebut. Seperti genangan air, banjir, angin kencang dan pohon tumbang.
Namun, bagi warga pesisir sungai dan laut di Kaltim harus lebih waspada lagi. Ada potensi banjir rob pada periode 1–4 Februari 2026. Di antaranya Balikpapan, Samarinda, Berau, dan Kutai Timur.
“Seiring pasang laut maksimum yang diperkirakan mencapai hingga 2,9 meter di beberapa perairan,” imbuhnya. Dampak yang berpotensi terjadi genangan di wilayah pesisir dan pesisir sungai.
Serta gangguan aktivitas nelayan dan pelabuhan. BMKG mengimbau agar masyarakat di pesisir, nelayan, dan pemangku kepentingan dapat mengantisipasi naiknya muka.
“Sembari memantau pembaruan informasi resmi secara berkala,” tuturnya.
Dia mengingatkan, informasi pasang surut dan cuaca terkini bisa diakses melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi BMKG. (*)
Editor : Dwi Restu A