KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memangkas kegiatan seremonial, Pemerintah Kota Balikpapan resmi meniadakan pesta rakyat dan konser artis nasional dalam peringatan HUT ke-129 Balikpapan tahun 2026.
Anggaran perayaan yang biasanya mencapai Rp 10 miliar, kini merosot drastis hingga tersisa Rp 900 juta demi efisiensi. Usai pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pusat.
Tidak ada gelaran pesta rakyat mengundang artis atau band nasional untuk menyesuaikan ketersediaan anggaran. Ini sesuai amanah dari Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Pemerintah daerah diminta tidak banyak mengadakan kegiatan seremonial. Melainkan menggelar kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Walau ada efisensi, harapannya tidak mengurangi makna peringatan HUT ke-129 Balikpapan. “Tetap ada kegiatan program pemerintah yang prioritas,” kata Ketua Umum Panitia HUT Balikpapan Andi Sri Juliarty.
Anggaran yang digelontorkan untuk perayaan HUT juga berkurang drastis. Dio – sapaan akrabnya menuturkan, anggaran yang digunakan tahun ini cukup 10 persen dari anggaran tahun lalu.
Biasanya anggaran HUT memakan alokasi hampir Rp 10 miliar karena terdapat event-event besar. “Tapi tahun ini dana hanya Rp 900-an juta. Insyaallah kita tetap bisa melaksanakan HUT,” ucapnya.
Ini tidak terlepas dari bantuan pihak swasta dan masyarakat yang turut berpatisipasi. Contoh tabligh akbar yang sudah digelar beberapa waktu lalu oleh HIPMI Balikpapan.
Kemudian HIPMI Padel Cup 2026 yang juga masuk dalam rangkaian HUT ke-129 Balikpapan. KNPI mengadakan nonton bareng film pada 11 Februari 2026. Serta syukuran yang berlangsung di setiap kecamatan.
Pihaknya berharap walau dengan anggaran terbatas, makna dan rasa bahagia meyambut HUT Balikpapan tidak berubah. “Tetap terlewati dengan suasana bahagia seperti biasa,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani