BALIKPAPAN - Kota Balikpapan tahun ini kembali berpotensi meraih predikat Adipura. Bersaing dengan Surabaya, Ciamis, dan Bontang yang memiliki skor penilaian di atas 75.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan, Jumat (6/2/2026). Ini berkaitan dengan pemantauan kelayakan Balikpapan meraih penghargaan Adipura.
Dalam lawatannya, Hanif fokus pada penanganan sampah di Balikpapan. Total ada lima lokasi yang menjadi titik pemantauan. Mulai dari pemukiman warga hingga pasar tradisional.
Di antaranya Kampung Phinisi Kelurahan Klandasan Ilir, Pasar Baru, Kampung Bungas Kelurahan Gunung Sari Ilir, Pasar Pandansari, dan Muara Rapak. Hanif berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Dia bertanya tentang kebiasaan warga Balikpapan dalam mengelola sampah. “Setahun ini kami memantau secara detail terkait dengan pengelolaan sampah nasional,” ucapnya kepada awak media dalam sela-sela kunjungan.
Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan evaluasi akhir Adipura pada Desember 2025. Kemudian berlanjut pada Januari 2026 dengan mereview penilaian 471 kabupaten/kota di Indonesia.
Sementara ini ada empat kota dengan nilai tinggi lebih dari 75 berpotensi dapat predikat Adipura. “Di antaranya Surabaya, Ciamis, Balikpapan, dan Bontang,” ucapnya. Hanif menilai penilaian ini perlu dicek kembali.
Menurutnya perlu evaluasi dan verifikasi terhadap penilaian skor tersebut. “Jangan sampai ada komplain soal penilaiannya ini di kemudian hari karena dianggap tidak objektif,” bebernya.
Itu yang membuatnya turun langsung melihat kondisi di lapangan. “Secara visual masih banyak yang mesti diperbaiki soal pengelolaan sampah di Balikpapan,” ujarnya.
Dia menambahkan, masalah sampah nasional menjadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup. Sesuai dengan arahan dan permintaan Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai informasi sebelum tiba di Balikpapan, Hanif telah berkunjung ke Ciamis terlebih dahulu. Rencananya kunjungan akan berlanjut ke Samarinda dan Bontang pada Sabtu (7/2/2026).
Editor : Muhammad Ridhuan