Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Menteri LH Hanif Faisol Tinjau Kampung Bungas Balikpapan, Warga Sampaikan Kebutuhan Mendesak Mesin Pencacah Plastik

Dina Angelina • Sabtu, 7 Februari 2026 | 11:06 WIB
TINJAU LANGSUNG: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mengunjungi Kampung Bungas Balikpapan untuk meninjau hidroponik dan pemilahan sampah. ANGGI PRADHITA/KP
TINJAU LANGSUNG: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mengunjungi Kampung Bungas Balikpapan untuk meninjau hidroponik dan pemilahan sampah. ANGGI PRADHITA/KP

 

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mengapresiasi inovasi pengelolaan lingkungan di Kampung Bungas, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan, Jumat (6/2/2026) sore.

Selain sukses mengelola 3.000 lubang tanam hidroponik di lahan terbatas, warga setempat kini menggunakan sistem barcode untuk memantau pemilahan sampah rumah tangga guna memastikan tidak ada lagi sampah yang terbuang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Kampung Bungas menjadi salah satu dari lima kawasan yang ditinjau menteri dalam lawatannya ke Balikpapan. Hanif melihat langsung proses pembibitan hingga pemilahan sampah yang dilakukan warga.

“Kami merawat pertiwi dari pekarangan masing-masing,” kata inisiator Kampung Bungas Suwanto. Dia bersama warga yang bermukim di Kelurahan Gunung Sari Ilir awalnya melakukan gerakan menanam hidroponik.

Mulai dua RT hingga akhirnya berkembang menjadi lima RT. Dengan jenis tanaman buah dan sayur. Di antaranya melon, jeruk, alpukat, mangga, sampai durian. Mereka cukup memanfaatkan media tanam pot.

Bukti keterbatasan lahan bukan menjadi kendala. Kini Kampung Bungas telah memiliki 3.000 lubang tanam dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Anggota PKK dan dasawisma yang menjadi penggerak utama.

Mereka berperan langsung dalam mengelola sampah rumah tangga dan berlanjut ke pemilahan. Suwanto mengaku kaget dan tidak menyangka menteri datang langsung ke Kampung Bungas.

Kepada menteri, Suwanto menjelaskan bagaimana sampah organik dikelola menjadi pupuk dan pengembangan tanaman hidroponik. Sedangkan sampah anorganik melalui pemilahan untuk dijual ke bank sampah di wilayah tersebut.

Setiap rumah sudah dilengkapi barcode untuk memantau proses pemilahan sampah. “Jangan sampai mereka buang sampah ke TPS lagi” sebutnya.

Saat ini total warga yang berpartisipasi dengan Kampung Bungas sekitar 30 rumah per RT. Menteri Hanif berpesan agar program dapat diperluas dan semakin banyak warga yang terlibat dalam Kampung Bungas.

“Saya sampaikan kepada menteri, kami sudah enam tahun berjalan baru menjangkau sekitar 30 persen,” tuturnya. Tentu tidak mudah mengajak warga untuk mau ikut memilah sampah.

Tantangannya berada pada niat warga untuk mau ikut berpartisipasi dalam program lingkungan. Suwanto yakin semangat pengelolaan sampah yang baik semakin menular ke masyarakat.

Baca Juga: Uang Makan PNS 2026 Tak Otomatis Cair, Simak Aturan Lengkap PMK 32 Tahun 2025 dan Besaran Nominal Tiap Golongan

Kampung Bungas sendiri berhasil mendapatkan gelar Juara I CGH 2025 oleh Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan. Di berharap, Kementerian Lingkungan Hidup juga memberi perhatian.

Terutama saat ini paling dibutuhkan adalah mesin pencacah plastik. Fungsinya menghancurkan botol maupun tutup plastik. Sampah dikelola kembali menjadi barang. Seperti tatakan gelas, gantungan, dan lainnya.

Akhirnya menjadi barang bernilai jual lagi. “Kalau DLH Balikpapan selama ini sudah sering memberi bantuan,” ucapnya. Misalnya bantuan kebutuhan kompos, fasilitas tempat sampah, bibit tanaman, dan sebagainya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#Menteri LH #Kampung Bungas #sampah #balikpapan #plastik