KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Walau sempat diguyur hujan, rangkaian upacara HUT Kota Balikpapan tahun ini tetap khidmat dan diikuti seluruh peserta dengan penuh antusias. Peringatan ini sebagai penanda perjalanan panjang Balikpapan, dari kota pesisir hingga kini menatap masa depan menjadi kota global.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Wakil Wali Kota Bagus Susetyo. Hadir pula Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri, jajaran anggota DPRD, unsur Forkopimda, serta pejabat di lingkungan Pemkot Balikpapan.
Sejumlah tamu dari tingkat provinsi dan daerah lain, juga turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud, Kepala Bappeda Kaltim Muhaimin, anggota DPRD Kaltim daerah pemilihan Balikpapan, Wakil Bupati Polewali Mandar Andi Nursami Masdar, serta berbagai elemen masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan LSM, para pejuang veteran, pimpinan media, hingga para ketua RT se-Kota Balikpapan.
Rahmad Mas’ud dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan serta menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-129 Kota Balikpapan.
Ia turut mengajak seluruh pihak untuk menjadikan hari jadi kota sebagai ruang refleksi, bukan sekadar agenda seremoni, melainkan momentum untuk memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Dia menegaskan Balikpapan tidak tumbuh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun oleh kerja keras dan pengorbanan generasi sebelumnya.
“Lebih dari satu abad lalu, Balikpapan bermula dari kawasan pesisir dengan aktivitas pengeboran minyak. Kini, kota ini berkembang menjadi pusat industri dan jasa yang memiliki peran penting dalam pembangunan nasional,” ujar Rahmad.
Memasuki usia ke-129, Balikpapan dihadapkan pada tantangan yang semakin dinamis, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Karena itu, tema “Harmoni Menuju Kota Global” dipilih sebagai penegasan arah pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keseimbangan dan keberlanjutan.
Rahmad menekankan bahwa peringatan HUT tahun ini digelar secara sederhana sebagai bentuk kepekaan sosial. Menurutnya, semangat perayaan harus tetap selaras dengan rasa empati terhadap masyarakat di berbagai wilayah yang tengah menghadapi musibah bencana alam.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Balikpapan juga menerima Penghargaan Arindama dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas capaian pembangunan di sejumlah sektor. Penghargaan itu diberikan bertepatan dengan peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur.
“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi dorongan bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rahmad.
Dia juga memaparkan sejumlah fasilitas publik yang telah diresmikan menjelang hari jadi kota. Mulai dari gedung terintegrasi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan bersama Dinas Perdagangan, Puskesmas Sepinggan Baru, pembangunan sistem drainase di kawasan Gunung Sari, hingga penataan kawasan eks Pasar Loak Kampung Baru menjadi ruang terbuka hijau dan sentra UMKM.
Sebagai penutup rangkaian peringatan, kegiatan syukuran HUT ke-129 Balikpapan akan dilaksanakan secara bergilir di enam kecamatan. Konsep ini diharapkan mampu mendekatkan perayaan kepada masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Rahmad juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Balikpapan atas peran serta dan kontribusi mereka dalam membangun kota.
Pada momentum HUT ke-129 ini, pemerintah kota juga turut memberikan sejumlah apresiasi kepada masyarakat. Meliputi 13 warga berprestasi, 7 warga pelopor, dan 7 warga penggerak menerima penghargaan atas kontribusi mereka bagi kota Balikpapan. (*)
Editor : Ismet Rifani