Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Selipkan Budaya Balikpapan, Film Lokal “Kerja, Apa Dikerjain?” Sukses Hibur Penonton di Gala Premier

Oktavia Megaria • Rabu, 11 Februari 2026 | 14:20 WIB
LOKAL: Film “Kerja, Apa Dikerjain?” tayang hingga akhir pekan di Cinepolis Living Plaza Balikpapan.
LOKAL: Film “Kerja, Apa Dikerjain?” tayang hingga akhir pekan di Cinepolis Living Plaza Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Satu lagi karya kreator lokal yang berhasil meramaikan industri film. “Kerja, apa Dikerjain?” menceritakan lima sekawan yang ingin mengadu nasib di Pulau Kalimantan, salah satunya kota Balikpapan.

Film ini dibintangi oleh para kreator Balikpapan. Di antaranya Ben Kriswana, Aldi Sodrak, Fazri Kecap, Elvin Terbayang, dan Abil Sonekat.

Acara nonton bareng (Nobar) tayangan perdana film ini digelar pada Selasa (11/2) malam. Tawa dan haru pun memenuhi Studio 2 Cinepolis Living Plaza Balikpapan.

Terkait film tersebut, Ben, yang juga sebagai sutradara film, mengaku sangat senang dan bangga. Meski awalnya sempat ragu film ini akan diterima atau tidak, nyatanya respons yang diberikan penonton bertolak belakang dengan kekhawatirannya.

“Sebenarnya, pesan ini tuh bagaimana lima orang ini setelah merantau mereka bisa terbuka pola pikirnya. Jadi setelah mereka kembali ke kampung halamannya, ada yang tadinya hobi main judi segala macam bisa berubah jadi lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, Ben mengaku menyelipkan ciri khas dan kebiasaan masyarakat Balikpapan, agar dapat menggaet para penonton lokal. Ditambah dengan bumbu-bumbu mitos atau tradisi kepuhunan, yang ada dalam masyarakat Kalimantan.

“Tapi tujuan utamanya, kami ingin memperlihatkan bahwa orang yang merantau itu pola pikir dan mentalnya akan berubah setelah dia pulang ke kampung halamannya lagi,” tambahnya.

Tentu saja, Ben menyebut banyak kendala yang mereka hadapi selama proses pembuatan film. Terlebih, ini menjadi project terbesar pertama bagi seluruh kreator dan kru lokal yang terlibat.

Meski begitu, pihaknya tak ingin menaruh target besar untuk karya ini. Mereka sepakat, karya ini sebagai pembelajaran saja, untuk melihat respons masyarakat Balikpapan terhadap perfilman lokal.

“Ibaratnya kami ingin membuka keran lah untuk film di bioskop. Sepertinya juga untuk genre begini masih baru, ini yang pertama kali. Jadi tidak ada target sih. Hanya bagaimana film ini bisa diterima dan orang senang, itu saja,” pungkas Ben.

Film ini sendiri bakal tayang selama lima hari di Cinepolis Living Plaza Balilpapan. Yakni mulai 11 hingga 15 Februari 2026. (*)

Editor : Duito Susanto
#film lokal #nonton bareng #gala premier #Living Plaza Balikpapan #balikpapan #budaya Balikpapan