BALIKPAPAN – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan diwarnai dengan peresmian Rumah Magot Kecamatan Balikpapan Kota, Selasa (10/2) malam, di kawasan Bendali Telagasari
Langkah dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini menjadi inovasi dan komitmen pengelolaan lingkungan.
Diresmikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo dan dihadiri Ketua Panitia HUT ke-129 Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty, beserta jajaran Asisten dan Staf Ahli Pemkot.
Turut hadir Camat Balikpapan Kota Rosin Suparlan, para Lurah, serta Ketua RT se-Kecamatan Balikpapan Kota, menandakan pentingnya kolaborasi dalam program ini.
Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan, mengungkapkan sebanyak 10 unit Rumah Magot telah berhasil dibangun dan tersebar di lima kelurahan. Lokasinya antara lain di Kelurahan Telagasari (RT 43 & 45), Prapatan (RT 33 & 26), Klandasan Ulu (RT 2 & 9), Klandasan Ilir (RT 7 & 42), serta Kelurahan Damai (RT 35 & 15).
Setiap Rumah Magot dilengkapi dengan sarana prasarana lengkap untuk mengolah sampah. “Di dalam rumah magot tersebut telah tersedia mesin pencacah sampah, pemilah sampah, pengering atau oven, mesin paking, dan mesin pembuat pelet,” jelas Rosin.
Tak hanya itu, masing-masing Rumah Magot juga mendapat dukungan dua unit sepeda motor operasional untuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola.
KSM “Sukses Balikpapan Kota” ditunjuk sebagai pengelola fasilitas ini. Konsep kerjanya adalah mengubah pandangan dalam pengelolaan sampah. Mereka mengambil sampah rumah tangga. Sampah organik, yang sebelumnya langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kini akan diolah di tempat.
Sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan bagi maggot, sementara sampah anorganik seperti botol plastik dipilah untuk dijual.
“Mereka nanti secara mandiri membiayai operasional rumah magot sehingga bisa menambah kehidupan perekonomian buat masyarakat. Yang tadinya sampah tidak berguna, bisa bermanfaat dan bernilai ekonomi,” tambah Rosin.
Pj Sekretaris Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, menyampaikan apresiasi tinggi atas inovasi yang digagas Camat. Ia menilai pemanfaatan aset kota untuk spot-spot pemberdayaan seperti Rumah Magot sejalan dengan upaya pembangunan yang komprehensif.
“Kami mengapresiasi langkah inovasi yang dilakukan dalam memanfaatkan aset-aset pemerintah kota. Semua termanfaatkan dengan baik menjadi spot yang potensial dan representatif, sehingga menjadi sumber pengembangan ekonomi kreatif serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Agus.
Ia juga menyebutkan sejumlah pencapaian lain di Kecamatan Balikpapan Kota, seperti penataan PKL Taman Bekapai, pemanfaatan Pantai Mas Permai sebagai destinasi kuliner, dan penyulapan Bendali Telagasari (BTS View) menjadi ruang publik yang bersahabat.
"Keberadaan Rumah Magot melengkapi deretan inisiatif yang bertujuan meningkatkan ekonomi warga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki