KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Menyongsong status sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), dunia pendidikan di Balikpapan mulai tancap gas.
Melalui kesuksesan kompetisi Kosigba 2026, Universitas Balikpapan (Uniba) menegaskan komitmennya untuk mencetak SDM lokal yang mampu bersaing dengan lulusan terbaik dari Jawa dan luar negeri.
Final Kompetisi Siswa dan Guru Balikpapan (Kosigba) 2026 telah sukses berjalan, Sabtu (14/2). Uniba sebagai tuan rumah lokasi acara menyambut baik gelaran tersebut.
Ketua Dewan Pembina Yapenti DWK Rendi Susiswo Ismail mengatakan, pihaknya berharap kerja sama dengan Pemkot Balikpapan bisa terjalin di masa mendatang. Khususnya mendukung kegiatan serupa.
Dia menyadari ada tantangan luar biasa berkaitan pendidikan. Pemkot Balikpapan berbenah dari sisi pendidikan dasar dan menengah. Pihaknya juga berbenah di pendidikan tinggi.
Itu bagian dari persiapan Balikpapan berbenah, sejak Kaltim dipercaya menjadi lokasi ibu kota negara. Perubahan juga perlu dilakukan dari mindset sebagai warga ibu kota.
“Termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan juga tidak boleh kalah dengan Jawa dan Jakarta,” sebutnya. Semua yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan terus berbenah.
Mulai pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Hasil akhir nanti mencetak sumber daya manusia bisa setara dengan lulusan di luar daerah. Anak Balikpapan bisa masuk perguruan tinggi nasional dan luar negeri.
“Itu perlu perubahan perilaku, sikap, mental dan cara berpikir. Harus meningkat mutu akademik,” sebutnya. Salah satunya dengan aktif menyelenggarakan kompetisi.
Sebagai wadah bagi guru dan siswa untuk terus mengasah kemampuan. “Semoga kegiatan tersebut dapat berjalan rutin dan pelaksanaannya semakin lebih baik,” tutupnya.
Kosigba merupakan kompetisi literasi dan numerasi bagi siswa dan guru se-Balikpapan. Tahun ini ada 1.388 peserta yang berpartisipasi.
Terdapat 12 kategori lomba siswa dan empat kategori lomba guru. Juara Umum diraih SDIT Istiqamah, SMP Kristen IPEKA, dan SMA 1 Balikpapan. (*)
Editor : Dwi Restu A