KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan terus bersolek dengan meresmikan kantor bersama untuk Dinas Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3).
Berlokasi strategis dengan luas 4.800 m², gedung ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antar-instansi. Namun, operasional penuh masih menunggu satu tahapan krusial dari Dinas PU.
Meski telah diresmikan dalam momen HUT ke-129 Balikpapan. Sementara ini kedua organisasi perangkat daerah (OPD) belum dapat beroperasi di sana. Lantaran menunggu proses perlengkapan furniture.
“Anggaran untuk mebeler atau perabotan baru masuk tahun ini. Pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU),” kata Kepala Dinas Perdagangan Haemusri Umar. Seperti alokasi pembangunan gedung juga dilakukan Dinas PU.
Setelah sarana prasarana sudah lengkap. Selanjutnya dilakukan proses penyerahan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terlebih dahulu.
“Jadi untuk penempatannya akan dilakukan setelah mebel tersedia. Kalau belum ada perlengkapan, kami belum bisa tempati,” tuturnya. Pihaknya menanti hingga kantor bersama tersebut bisa digunakan tahun ini.
Kabid Gedung Pemerintah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Dewi Indamawaty mengatakan, bangunan terdiri dari dua lantai. Sebelah kiri digunakan Dinas Perdagangan dan DKP3 di sisi sebelah kanan.
“Gedung ini memiliki fasilitas aula untuk kegiatan bersama dan tempat ibadah di lantai dua,” sebutnya. Lebih lanjut, kantor bersama ini memiliki luas bangunan sekitar 4.800 m².
Dewi menjelaskan, pembangunan telah berjalan sejak Februari 2025. Hingga akhirnya rampung pada akhir tahun. “Total pagu senilai Rp 49 miliar dan nilai kontraknya sekitar Rp 47 miliar,” ungkapnya.
Ada pun kontraktor terpilih PT Joglo Multi Ayu asal Jakarta. Gedung gabungan ini berada di Jalan Marsma R Iswahyudi. Tepatnya di atas lahan kantor DKP3. Pemkot Balikpapan membangun ulang agar tampil lebih layak.
Serta bisa digunakan oleh dua OPD tersebut. Terlebih Dinas Perdagangan dan DKP3 memiliki bidang yang saling terkait. Harapannya dengan kantor bersama bisa membuat koordinasi lebih baik. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo