BALIKPAPAN - Sebanyak 929 siswa dari tingkat TK hingga SMP di Balikpapan berkompetisi dalam ajang Jenius Science Olympiad (JSO) 2026 yang digelar di SD Patra Dharma 1, Minggu (15/2).
Lomba bergengsi ini tidak hanya memperebutkan medali, tetapi juga menjadi wadah penjaringan siswa potensial sebelum terjun ke ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kota.
JSO 2026 di Balikpapan diselenggkaran oleh Edulympic Excellentia bekerja sama dengan SD Patra Dharma 1 sebagai tuan rumah acara.
Terbagi dalam empat perlombaan di antaranya Matematika, Sains, Bahasa Inggris, dan IPS. Yayasan Patra Dharma Mandiri (YPDM) merupakan mitra Edulympic Excellentia.
Puluhan sekolah berpartisipasi dalam JSO. Baik negeri hingga swasta memiliki peminat yang tinggi terhadap kegiatan tersebut. Lomba terbuka untuk umum bagi siapa saja.
Waka Kurikulum SD Patra Dharma 1 Diny Dwi Handayani menjelaskan, pihaknya terbuka untuk setiap kegiatan positif bagi siswa. Terutama meningkatkan minat siswa di bidang Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris.
“Tujuan besarnya juga sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan numerasi,” ungkapnya didampingi Koordinator Olimpiade Stanislaus Miten.
Kemudian JSO dapat menjadi ajang latihan siswa menuju olimpiade siswa nasional (OSN) tingkat kota. Rencananya OSN akan berlangsung pada Mei 2026. Sementara tahapan pendaftaran sudah mulai dibuka pada Februari.
“Jadi secara tidak langsung sekolah juga melakukan penjaringan,” tuturnya. Menurutnya setiap siswa dapat terlihat kemampuan dan minat masing-maisng dari mengikuti kompetisi.
Serta yang terpenting, lomba ini menjadi pengalaman bagi siswa. Mereka bisa lebih berani saat mengikuti kegiatan lainnnya. “Bukan masalah menang atau kalahnya,” tuturnya.
Ini merupakan lomba berjenjang dengan seleksi dari tingkat kota terlebih dahulu. Ketika siswa menang di level ini, mereka bisa lanjut berkompetisi lagi di tingkat provinsi hingga nasional.
“Pengumuman biasa paling lama satu bulan dengan medali emas, perak, perunggu,” ujarnya. Setiap peserta JSO mendapatkan medali dan piagam yang menjadi bukti partisipasi.
Walau Balikpapan bukan kota pendidikan seperti Malang atau Jogjakarta. Namun pendidikan merupakan hal utama. Salah satu cara mengembangkan potensi siswa dengan gelaran kompetisi.
“Alhamdulillah respons peminat kegiatan ini pasti sangat banyak,” tutupnya. Artinya siswa tentu membutuhkan wadah untuk bisa mengasah kemampuan. Sekaligus ajang promosi sekolah kepada masyarakat umum. (*)
Editor : Ismet Rifani