Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Balikpapan Butuh 'Bosscha' Sendiri, Stasiun Geofisika Usul Bangun Fasilitas Rukyatul Permanen

Dina Angelina • Rabu, 18 Februari 2026 | 16:21 WIB
Pemantauan rukyatul hilal di Menara Masjid Madinatul Iman masih kurang ideal karena terhalang kaca.
Pemantauan rukyatul hilal di Menara Masjid Madinatul Iman masih kurang ideal karena terhalang kaca.

BALIKPAPAN - Kota Balikpapan disarankan memiliki fasilitas observatorium mandiri yang bebas hambatan visual untuk memantau pergerakan bulan setiap bulan.

Tidak hanya untuk menentukan awal Ramadan atau Lebaran, fasilitas permanen ini diproyeksikan menjadi pusat edukasi astronomi bagi siswa dan warga, tanpa lagi terhalang sekat kaca berembun atau ruang ber-AC yang mengganggu alat.

Stasiun Geofisika menyarankan agar Balikpapan memiliki fasilitas pemantauan rukyatul permanen. Selama ini proses pemantauan hilang masih terbatas di Menara Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center.

Pemantauan dilakukan di dalam ruangan ber-AC. Kemudian dikeliling kaca tebal yang menjadi penghalang bagi alat teleskop bekerja melihat posisi bulan. Harapannya ada fasilitas seperti observatorium.

“Kaca tebal ini kami identikan seperti prisma. Ketika ada gelombang, terjadi penyimpangan atau deviasi,” kata Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid.

Ketika posisi alat menembak objek, hasilnya akan berbeda alias tidak sesuai yang dituju. “Seharusnya jangan kaca tebal agar tidak ada deviasi. Akhirnya yang ditembak tidak tepat sasaran,” tuturnya.

Belum lagi jika kaca dipenuhi embun karena ruangan dingin. “Tidak embun saja, sasaran tidak sesuai target karena deviasi atau pembelokan. Apalagi kalau ada embun karena ruangan ini ber-AC,” ucapnya.

Dia setuju dengan saran Kementerian Agama butuh fasilitas seperti Boscha. Area untuk memantau rukyatul tidak terhalang kaca atau lainnya. “Tempat permanen bisa taruh alat-alat lengkap stand by,” bebernya.

Namun pihaknya hanya menyampaikan saran kepada pemerintah kota atas kebutuhan tersebut. Selanjutnya diserahkan kepada instansi terkait.

“Bagaimana terdapat tempat untuk memantau rukyatul setiap bulan,” sebutnya. Tidak hanya melihat hilal Ramadhan dan Lebaran saja.

Namun bisa bermanfaat untuk berbagai kegiatan lain. Termasuk edukasi kepada siswa. “Tidak mesti di BIC, tapi yang penting tempatnya memadai,” tutupnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid #BMKG Balikpapan #observatorium