KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Kinerja intermediasi perbankan di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan mencatatkan pemulihan impresif sepanjang 2025.
Setelah sempat terkontraksi 7,05% pada tahun sebelumnya, pertumbuhan kredit di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) ini melesat hingga 19,62% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Wilayah yang mencakup Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser tersebut membukukan total penyaluran kredit gabungan sebesar Rp 41,68 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan realisasi 2024 yang tercatat sebesar Rp 34,84 triliun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan bahwa tren positif ini mencerminkan fungsi perbankan yang berjalan optimal dalam menyokong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Akselerasi kredit ini tidak terlepas dari geliat proyek industri hilirisasi di kawasan tersebut yang membuka ruang ekspansi luas bagi para pelaku usaha," ujar Robi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (19/2/2026).
Investasi Jadi Motor Utama
Diungkapkan, ditinjau dari sisi penggunaan, segmen investasi menjadi pendorong utama dengan lonjakan drastis mencapai 72,21% (yoy) atau senilai Rp 16,78 triliun.
Kenaikan tajam ini sejalan dengan percepatan proyek infrastruktur dan transformasi ekonomi regional melalui industri hilirisasi.
Sementara itu, kredit konsumsi tetap tumbuh positif di angka 7,33% (yoy) dengan nilai Rp 14,47 triliun. Meskipun tumbuh, angka ini menunjukkan perlambatan jika dibandingkan pertumbuhan 2024 yang mencapai 13,85%.
Baca Juga: BI Kaltim Siapkan Rp 2,18 Triliun untuk Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2026
Secara komposisi, pembiayaan perbankan kini lebih terkonsentrasi pada aktivitas produktif. Porsi investasi dan modal kerja naik menjadi 65,29% dari sebelumnya 61,31%.
Sisanya, sebesar 34,71%, diserap oleh kredit konsumsi seperti KPR, kredit kendaraan bermotor, dan multiguna.
Sektor Konstruksi dan Pertanian Mendominasi
Berdasarkan lapangan usaha, lanjutnya, penyaluran kredit di wilayah KPwBI Balikpapan terfokus pada tiga sektor unggulan yaitu konstruksi 18,97%, perdagangan 13,41%, pertanian 12,75%.
Dikatakannya, struktur ini mempertegas karakteristik ekonomi lokal, di mana Balikpapan berperan sebagai hub perdagangan, sementara Penajam Paser Utara dan Paser tetap konsisten sebagai basis pertanian.
Meski penyaluran kredit melonjak, risiko perbankan tetap berada dalam koridor aman. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) secara keseluruhan tercatat sebesar 2,25%, sedikit meningkat dari 2,10% pada 2024, namun masih jauh di bawah batas toleransi 5%.
Baca Juga: BI Kaltim Batasi Penukaran Uang Pecahan Maksimal Rp5,3 Juta, Ini Cara Daftar dan Lokasi Penukarannya
Di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penyaluran kredit terpantau stabil di angka Rp 12,85 triliun. Kredit UMKM didominasi oleh modal kerja (53,7%) dengan profil debitur mayoritas berada di kategori kecil (38,71%) dan mikro (37,59%).
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh moderat sebesar 1,85% (yoy) menjadi Rp 52,88 triliun.
Komposisi simpanan masyarakat masih didominasi oleh tabungan (49,12%), disusul giro (34,86%), dan deposito (16,02%). Struktur DPK ini dilaporkan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.(*)
Editor : Almasrifah