BALIKPAPAN - Wali Kota Rahmad Mas’ud ingin membuktikan bahwa keterbatasan hasil alam bukan hambatan bagi Balikpapan untuk mandiri secara finansial.
Dengan komitmen menaikkan PAD ratusan miliar per tahun, ia membeberkan strategi industri pengolahan dan optimalisasi aset sebagai senjata utama menghadapi tahun 2027.
Rahmad menyebutkan, penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2027 sudah sesuai dengan RPJMD 2025-2030. Sebagai lanjutan dari program tahun sebelumnya.
Baca Juga: Rancangan Awal RKPD 2027 Balikpapan: Bappeda Litbang Ungkap 4 Program Prioritas
“Mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, sampai ruang ramah anak,” katanya kepada awak media, Kamis (19/2/2026).
Meski memang dipilih hanya pada program-program prioritas. Sebab pemerintah daerah mengalami keterbatasan anggaran. Efek dari pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pusat.
Tentu keterbatasan ini dialami semua daerah. “Tapi tidak mengurangi semangat pemerintah dalam membangun program prioritas yaitu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” ucapnya.
Menanggapi proyeksi kebutuhan dana masih kurang Rp 1,8 triliun pada 2027. Pihaknya akan memutar otak untuk memaksimalkan pendapatan daerah. “Tetap masih sama dari pajak daerah dan retribusi daerah,” sebutnya.
Salah satunya yang paling besar dari industri pengolahan mendominasi hingga 46 persen. Lalu optimalisasi aset pemerintah kota yang saat ini masih berproses.
Dia berpesan kepada BKAD menjaga aset kota dengan baik. “Kita punya lahan di Teritip untuk menjadi sirkuit 70 hektare,” bebernya. Hingga kini lahan belum termanfaatkan dan seharusnya berpotensi menjadi sumber pendapatan.
Serta Balikpapan terus mencari peluang dan inovasi sebagai pintu gerbang IKN. Rahmad meyakini, ada banyak potensi yang bisa digarap untuk menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
“Balikpapan tidak kaya hasil alam. Tetapi secara ekonomi dan perdagangan besar,” sebutnya. Pihaknya akan terus berupaya dan berkomitmen untuk mencapai PAD sebaik mungkin.
Terbukti PAD dari Rp 500 miliar pada 2016, kini terakhir PAD 2025 bisa mencapai Rp 1,2 triliun. Seperti kontribusi dari kawasan industri. Pemkot Balikpapan menargetkan PAD naik sebesar Rp 200 miliar per tahun. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki