BALIKPAPAN - Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Kalimantan Timur kini memiliki jajaran pengurus baru. Setelah sukses menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Maxone Balikpapan pada 16 Februari 2026.
Muswil IPK Indonesia Kalimantan Timur dibuka oleh Kabid Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dr. Ivan Hariyadi Hardjo Widjojo.
Tahun ini muswil mengusung tema ‘Psikolog Klinis untuk Semua’. Sebagai organisasi profesi tenaga kesehatan psikologi klinis, IPK berkomitmen mewujudkan layanan psikologis yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Seperti bekerja sama dengan Komunitas Semangat Muda Tuli (SEMUT) Balikpapan dan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) Balikpapan.
“Ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi menghadirkan layanan psikologi yang ramah, setara, dan berpihak pada kelompok rentan,” kata Ketua Umum PP IPK Indonesia, Dr. Retno Kumolohadi, S. Psi., M. Si., Psikolog.
Dia menjelaskan, agenda utama muswil diawali dengan sidang pleno laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2022-2026. “Capaian signifikan seperti peningkatan kegiatan dan layanan psikologi klinis,” tuturnya.
Kemudian penguatan kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan sekolah. Serta kontribusi rutin psikolog klinis dalam memberikan psiko edukasi melalui media TV dan radio.
“Tahun 2025, IPK Indonesia Wilayah Kalimantan Timur berhasil menerbitkan buku,” ucapnya. Berjudul ‘Pelatihan Mental Atlet untuk Meningkatkan Peak Performance Bertanding’.
Buku ini lahir dari pendampingan intensif terhadap atlet Kalimantan Timur menuju PON XXI Aceh Sumatera Utara Tahun 2024. Selama atlet mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).
Hingga mereka berhasil mendukung capaian medali emas pada beberapa cabang olahraga. Di antaranya gulat, pencak silat, angkat besi, dancesport, dan tarung derajat.
“Keberhasilan pendampingan mental yang terstruktur dan terbitnya buku ini menjadi bukti nyata kapasitas dan dedikasi kami dalam mengembangkan ilmu terapan berbasis kebutuhan lokal,” bebernya.
Sementara dalam puncak acara muswil menetapkan Elda Trialisa Putri sebagai ketua IPK Indonesia Wilayah Kalimantan Timur Periode 2026-2030. Serta R.R. Rani Meita Pratiwi Subagyono dan Rio Dwi Setiawan sebagai tim formatur.
Elda sebagai ketua terpilih menegaskan komitmen untuk bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan psikologis masyarakat khususnya di Kalimantan Timur.
“Kami siap memperluas akses layanan dan mengangkat kearifan lokal dalam praktik psikologi klinis sejalan dengan visi nasional IPK Indonesia,” tuturnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini turut hadir para pemangku kepentingan. Seperti kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Kaltim, Direktur RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, Direktur RSJD Atma Husada Mahakam.
Lalu perwakilan kepolisian, organisasi profesi tenaga medis dan kesehatan, dan pimpinan Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, dan pimpinan Program Studi Psikologi Universitas Mulawarman.
Sebagai informasi IPK Indonesia adalah organisasi profesi tenaga kesehatan yang bernaung di bawah Kementerian Kesehatan mewadahi para psikolog klinis di Indonesia.
IPK Indonesia beranggotakan lebih dari 4.000 psikolog klinis yang tersebar di 32 wilayah, termasuk Kalimantan Timur. Berpraktik di fasilitas kesehatan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan instansi lainnya. (*)
Editor : Ismet Rifani