Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bukan Karena Biaya! Ternyata Ini Alasan Ratusan Anak di Balikpapan Putus Sekolah, Ada yang Pilih Menikah

Dina Angelina • Minggu, 22 Februari 2026 | 12:39 WIB

Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik
Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Meski fasilitas pendidikan negeri sudah digratiskan, angka putus sekolah di Balikpapan masih menyentuh 1.000 siswa pada 2025.

Disdikbud Balikpapan kini melakukan penelusuran lapangan secara by name by address. Guna mengungkap alasan utama anak putus sekolah (APS).

Mulai masalah administrasi kependudukan hingga ratusan siswa yang memilih berhenti sekolah karena dilamar kekasih. Mengatasi hal itu, Disdikbud Balikpapan melakukan pendataan bekerja sama dengan kelurahan.

Tujuannya untuk mengetahui berapa angka pasti APS. “Kelurahan menjadi penyambung Dinas Pendidikan ke anak yang bersangkutan,” kata Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik.

Sebab, data APS sudah berdasarkan by name by address. Menurutnya, rata-rata penyebab APS karena mereka sudah pindah sekolah. Namun, tidak mengurus dokumen kependudukan.

“Alasan kedua, ada yang tiba-tiba dilamar pacarnya, kemudian menikah. Itu jumlahnya ada ratusan juga,” tuturnya. Kini untuk memastikan, pihaknya perlu melakukan pendataan di lapangan.

“Kami lakukan upaya pengecekan. Mudah-mudahan di Maret proses ini selesai,” imbuhnya. Sehingga Disdikbud bisa melihat data yang sesuai dengan kondisi terkini beserta alasan dan lainnya.

Dia menegaskan, faktor kesulitan biaya bukan menjadi penyebab angka APS. Mengingat di Balikpapan, semua sekolah sudah gratis khususnya untuk negeri.

Bagi mereka yang tidak tertampung di negeri, pihaknya juga telah menyediakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Lokasinya tersebar di setiap kecamatan.

Seharusnya tidak ada alasan bagi anak karena mereka tidak sulit mengakses fasilitas pendidikan. Maka pendataan penting untuk mengetahui pasti faktor-faktor APS.

Selanjutnya ada tim yang bertugas untuk melakukan konseling kepada APS. Terutama pendekatan kepada keluarga agar mau mendukung anak kembali mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

Irfan menargetkan, data APS sudah rampung pada akhir Maret 2026. “Jadi kami bisa melakukan pendekatan supaya anak-anak wajib bersekolah lagi,” tutupnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#menikah #putus sekolah #balikpapan