BALIKPAPAN- Forum Lalu Lintas Balikpapan bakal menerapkan rekayasa lalu lintas besar-besaran di Simpang Agung Tunggal dan Simpang WIKA.
Mulai dari pemasangan beton pembatas hingga pengalihan titik putar balik (U-turn), inilah skema baru yang disiapkan Dishub untuk mengurai kemacetan parah di jalur tersebut.
Rencana manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) di simpang Agung Tunggal dan simpang WIKA kembali dibahas dalam Forum Lalu Lintas. Mengingat kedua lokasi ini kerap menjadi titik kemacetan di Balikpapan.
Forum menyepakati penutupan median akses masuk ke Jalan Agung Tunggal dari arah Siloam. Begitu pula kendaraan dari Jalan Agung Tunggal tidak bisa langsung berbelok ke arah Bukit Damai Indah (BDI).
“Perputaran atau u-turn kendaraan nanti hanya berada di depan BDI dan Andy Jaya Motor,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan M Fadli Pathurrahman.
Sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di waktu-waktu tertentu. “Insyaallah dalam waktu dekat, kita akan lakukan penambahan beton block,” ucapnya.
Fungsinya sebagai pembatas jalan atau median barrier. Selain itu, pihaknya juga memberikan rekomendasi kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan perbaikan geometrik lengan simpang.
Baca Juga: Depo Kontainer KM 13 Balikpapan Segera Dibangun, Antrean BBM dan Parkir Liar Bakal Teratasi
“Kami rekomendasi untuk dilakukan pelebaran jembatan Agung Tunggal,” tuturnya. Sehingga memastikan struktur jembatan kuat dan mengurangi terjadinya penumpukan kendaraan ketika akan dilakukan akselerasi kendaraan.
Sementara yang tak kalah penting, rekayasa lalu lintas di simpang WIKA. Teknisnya kendaraan yang akan menuju RS Hermina atau Pasar Buton harus turun dulu berputar di Global Sport.
“Tentu perputaran Global Sport akan kami atur untuk lebih baik nanti,” sebutnya. Sebelumnya penerapan rekayasa lalu lintas simpang WIKA sudah sesuai berita acara Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada 16 September 2025. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki