BALIKPAPAN - Balikpapan semakin kokoh sebagai kota paling sejahtera di Kalimantan Timur! Survei BPS terbaru menunjukkan jumlah penduduk miskin di Balikpapan kembali turun.
Meski angka pengangguran (TPT) masih jadi tantangan, Balikpapan sukses mengungguli kota-kota tetangga dalam hal pemerataan ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Balikpapan pada Maret 2025 sebesar 12.880 jiwa atau 1,97 persen dari total penduduk. Ini turun 0,26 persen terhadap Maret 2024.
“Tingkat kemiskinan di Balikpapan menjadi terendah kedua di Indonesia,” kata Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto. Sekaligus menjadi kota dengan tingkat kemiskinan terendah dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur.
Seperti Samarinda 30.450 jiwa atau 3,45 persen, Penajam Paser Utara 9.340 jiwa atau 5,78 persen, Kutai Kartanegara 54.990 jiwa atau 6,72 persen dan sebagainya.
Dia menyebutkan, ketimpangan pengeluaran penduduk Balikpapan termasuk kategori rendah. “Itu dilihat dari rasio gini Balikpapan sebesar 0,325 pada Maret 2025,” sebutnya.
Rasio gini adalah ukuran yang digunakan mengukur tingkat ketimpangan pendapat atau kekayaan di suatu wilayah atau kelompok populasi.
“Garis kemiskinan di Balikpapan sebesar Rp 836.374 per kapita/bulan pada Maret 2025,” tuturnya. Sementara garis kemiskinan Kaltim sebesar Rp 866.193 per kapita/bulan.
Lalu indeks kedalaman kemiskinan Balikpapan 0,34. Naik 0,21 poin dibandingkan tahun sebelumnya 0,13. Ada pun indeks kedalaman kemiskinan secara nasional sebesar 1,37.
“Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata selisih pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan,” ungkapnya.
Serta indeks keparahan kemiskinan Balikpapan sebesar 0,10. Naik 0,09 poin dari tahun sebelumnya 0,01. Sementara indeks keparahan kemiskinan Kaltim 0,22 dan nasional 0,32 persen.
Dia menjelaskan dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Balikpapan sebesar 5,84 persen atau 22.351 orang pada Agustus 2025. Turun 472 orang dibanding Agustus 2024 sebesar 6,22 persen.
“Kami ukur keseluruhan pengangguran bukan hanya yang melapor kalau mencari kerja,” ucapnya. Pj Sekretaris Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo mengatakan, TPT masih menjadi perhatian khusus.
Meski angka kemiskinan rendah, anomali dari sisi tingkat TPT masih lebih tinggi dari nasional. “Ini menjadi pertanyaan bertahun-tahun. Ini informasi penting menyusun dalam program prioritas 2027,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani