KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Balikpapan kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional sebagai Kota Terbaik ke-II dalam Kinerja Pengelolaan Sampah 2025.
Di tengah krisis sampah yang melanda banyak daerah, kota ini justru berhasil 'membuang' beban TPA Manggar hingga 120 ton per hari. Lantas, strategi apa yang digunakan hingga mendapat penghargaan?
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, saat ini produksi sampah di Balikpapan berkisar 550 ton per hari. Namun dalam beberapa tahun terakhir dilakukan pengurangan sampah ke TPA.
Kegiatan pengelolaan sampah dari sumbernya mampu mengurangi beban TPA Manggar hingga 120 ton. “Jadi yang masuk ke TPA tinggal sekitar 380-400 ton sampah per hari,” katanya.
Lebih lanjut, program pengurangan sampah dari sumber ini sesuai dengan arahan presiden dan menteri. Sebagai upaya mendukung program tersebut, Balikpapan telah mengatur dalam Perda Nomor 4 Tahun 2022.
“Pengurangan sampah dari sumbernya ini terdiri dari sampah rumah tangga, sekolah, hingga perkantoran,” sebutnya. Termasuk makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Sudirman mengaku, hingga kini belum ada lonjakan volume sampah di TPA Manggar akibat dari program MBG. Berbeda dengan daerah lainnya yang mulai mengalami peningkatan produksi sampah.
“MBG kami minta agar melakukan pengurangan sampah dari lokasi atau sumbernya juga,” tuturnya. Setiap dapur pengelola MBG mengelola sampah organik hasil produksi menu tersebut.
Atas keberhasilan pengelolaan sampah dari sumbernya, Balikpapan mampu mengurangi produksi sampah hingga 30 persen. Selanjutnya, DLH memiliki kenaikan target pengurangan sampah sebesar 50 persen.
Kini produksi sampah selama Ramadhan terpantau masih normal. Pihaknya siap mengantisipasi lonjakan volume sampah menjelang Idul Fitri. Biasanya volume sampah meningkat sejak H-2 Lebaran.
“Naik signifikan dua kali lipat dari kondisi normal. Selama lebaran produksi sampah bisa 600-800 ton,” ungkapnya. Petugas akan bekerja ekstra selama H-2 hingga H+2 Lebaran untuk pengangkutan sampah. (*)
Editor : Duito Susanto