BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan Balikpapan memantau kenaikan harga bahan pokok di pasaran masih dalam batas wajar. Selama pekan pertama Ramadhan, sejumlah komoditas sudah mengalami kenaikan harga.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Muhammad Anwar menuturkan, kenaikan harga maksimal lima persen. Ini tidak terlepas dari kebutuhan yang meningkat dan ikut menderek harga bahan pokok di pasar.
Menurutnya sudah hukum ekonomi terkait supply dan demand tidak mungkin bisa ditahan. “Tapi kami berupaya mengendalikan khususnya yang diatur oleh pemerintah melalui harga eceran tertinggi (HET),” tuturnya.
Baca Juga: TP PKK Balikpapan dan Hotel Blue Sky Santuni 250 Lansia dalam Program Ramadhan Berbagi
Seperti beras SPHP, kini harga yang berada di lapangan lebih murah dari HET. Rata-rata harga SPHP hanya Rp 60 ribu. Sementara biasanya pedagang bisa menjual sampai Rp 65 ribu.
Kemudian selama momen Ramadhan hingga Idul Fitri, pihaknya juga berkoordinasi untuk ketersediaan beras. Informasinya stok beras aman hingga tiga bulan mendatang.
“Stok dari distributor sebanyak 15.000 ton. Kalau dari Bulog ada stok 9.200 ton,” tuturnya. Rinciannya saat ini sudah terdapat 7.508 ton di Gudang Bulog. Sisanya dalam perjalanan kurang lebih 2.000 ton.
Ini mencakup berbagai jenis beras secara keseluruhan. “Mulai dari SPHP, bantuan pangan, dan penyelenggaraan lainnya,” imbuhnya. Sebab Bulog juga memiliki beras untuk kelas bisnis.
Menurutnya stok pangan sudah aman. Terlebih dengan keberadaan Bulog sebagai BUMN yang rutin melakukan penyaluran pendistribusian bahan pokok sendiri ke pasar-pasar.
“Meski ada mekanisme kenaikan harga karena hukum ekonomi tadi. Tapi pemerintah tetap mengendalikan harga,” imbuhnya. Misalnya dengan berbagai intervensi di lapangan.
Anwar mengimbau masyarakat bisa memanfaatkan beras SPHP. Tidak hanya terpaku konsumsi beras premium. “Saat beras premium tidak terjangkau, silahkan manfaatkan beras SPHP oleh pemerintah,” tutupnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki