BALIKPAPAN- Setelah dua tahun terakhir fokus pembenahan infrastruktur dan penguatan kinerja internal, pada 2026 Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) siap menuntaskan pekerjaan lama. Yakni menambah sambungan rumah (SR) baru dan menggenjot layanan untuk pelanggan yang selama ini belum teraliri air optimal.
Hal itu seiring dengan fokus perusahaan menjadikan tahun 2026 momentum percepatan produksi dan efisiensi distribusi air bersih.
Hal ini terungkap dalam konferensi pers PTMB di depan sejumlah awak media di Hotel Platinum, Balikpapan, Selasa (3/3/2026).
Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin, didampingi Direktur Operasional Ali Rachman, Direktur Teknik M Khoiruddin dan Direktur Umum Purnawati menyampaikan, target penambahan 12 SR, dari 117 ribu pelanggan pada 2025 tentu didasari beberapa hal.
Jika bicara produksi air, sepanjang 2025, PTMB mencatat total produksi air 46,6 juta meter kubik, meningkat sekitar 4,3 juta meter kubik dibandingkan 2024. Peningkatan produksi tersebut didorong sejumlah langkah strategis. Baik perbaikan kebocoran pipa, pembenahan jaringan distribusi, revitalisasi sumur, serta penambahan sumur baru dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum, dan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Ia menggarisbawahi, 12 ribu sambungan baru tersebut seiring adanya upaya penambahan air baku, dan up rating pipa serta interkoneksi pipa transmisi dan distribusi.
Penambahan air baku misalnya dari sumur air dalam 100 liter/detik, serta memanfaatkan tambahan Surat Izin Pengambilan Air (SIPA) sebesar 50 liter per detik dari Waduk Manggar awal tahun ini. PTMB tahun ini juga akan memaksimalkan suplai air baku dari Waduk Teritip sebesar 200 liter/detik.
Lalu mana saja kawasan yang disasar? Menurut Yudhi, kawasan di utara dan barat kota jadi prioritas. Mengingat kawasan utara kini terpadat penduduknya. Di Balikpapan Barat, data media ini menyatakan, daftar tunggu termasuk tinggi. Di sisi lain, aliran air kepada pelanggan yang ada belum optimal.
M Khoiruddin yang mendampingi Yudhi menyebut, untuk dua kawasan ini, PTMB melakukan up rating pipa, terutama menunjang kinerja dua instalasi pengolahan air (IPA), yakni IPA KM 12 dan IPA KM 8, dan akan terus hingga ke reservoar di Gunung Meriam, kawasan Balikpapan Barat.
Ia mengilustrasikan, saat up rating pipa tuntas, ada skenario, sebagian, sekitar 200 liter produksi air IPA KM 12 dikirim ke IPA KM 8 untuk didistribusikan ke pelanggan di kawasan utara.
Lalu sekitar 50 liter/detik air kemudian didorong ke reservoar ke kawasan Gunung Meriam untuk menambah debit 20 liter/detik yang selama ini telah melayani pelanggan di kawasan ini.
Dengan skenario tersebut, kebutuhan air baku untuk penambahan 12 ribu SR baru bisa terealisasi, sekaligus memaksimalkan aliran air kepada pelanggan yang sudah ada.
Secara umum, Yudhi menambahkan, tahun ini, kinerja PTMB tentu semakin tidak mudah di tengah terus meningkatnya ekspektasi publik kepada perusahaan.
Ia memberi ilustrasi, saat pertama kali masuk PTMB pada awal 2024, hampir seluruh Indonesia mengalami kekurangan air. Balikpapan saat itu terdampak perubahan iklim dan El Nino. Produksi baru kembali normal dan mencapai 100 persen pada semester kedua 2024.
Memasuki 2025, kondisi mulai membaik. Berdasarkan laporan keuangan terakhir, PTMB mampu mempertahankan status perusahaan dalam kondisi sehat dan tetap mencatatkan laba.
Akhir 2025 PTMB disebutnya masih mencatatkan keuntungan sekitar Rp 25 miliar dan berkontribusi pendapatan asli daerah (PAD) kepada pemerintah daerah. (*)
Editor : Ismet Rifani