KALTIMPOST.ID-Sore menjelang berbuka di Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan, menghadirkan suasana berbeda saat Ramadan, Rabu (5/3).
Lalu lintas kendaraan bergerak pelan. Pengendara motor, mobil, hingga ojek online melintas silih berganti di salah satu jalur yang tak jauh dari Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan itu.
Di tepi jalan, sejumlah orang berdiri sambil membawa kotak makanan kecil. Mereka mengenakan kaus komunitas dan sesekali melambaikan tangan kepada pengendara yang melintas.
Itulah pengurus Dewan Pengurus Kota (DPK) Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) Balikpapan yang tengah membagikan takjil kepada masyarakat.
Begitu lampu lalu lintas berubah merah, para pengendara berhenti. Dalam hitungan detik, kotak-kotak takjil berpindah tangan.
Senyum dan ucapan terima kasih mengalir di antara hiruk-pikuk jalan. Tak hanya pengendara sepeda motor, beberapa mobil juga menepi untuk menerima bingkisan berbuka tersebut.
Sebanyak 300 kotak takjil yang disiapkan pengurus APRI Balikpapan ludes dalam waktu sekitar 15 menit.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas, terutama dari kalangan pengemudi ojek online yang masih berada di jalan saat waktu berbuka hampir tiba.
Ketua DPK APRI Balikpapan Romdani mengatakan, kegiatan berbagi takjil itu sudah menjadi agenda rutin para penghobi mancing setiap Ramadan.
Bagi mereka, momen berbagi tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga cara menghadirkan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Ramadan selalu menjadi waktu yang tepat untuk berbagi. Kami ingin membantu mereka yang mungkin belum sempat pulang ke rumah saat berbuka karena pekerjaan atau aktivitas di jalan,” ujar Romdani di sela kegiatan.
Menurut dia, komunitas memancing tidak hanya identik dengan hobi menangkap ikan. Di balik itu, ada semangat kebersamaan yang bisa diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial.
“Memancing memang hobi kami. Tapi di sela-sela itu, kami juga ingin menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan berbagi seperti ini,” katanya.
Romdani mengakui, respons masyarakat setiap tahun selalu positif. Bahkan, beberapa pengendara sering sudah mengenali kegiatan bagi-bagi takjil dari komunitas mancing setiap Ramadan.
“Kadang ada yang bilang, ‘wah, ini lagi dari teman-teman mancing ya?’ Itu artinya kegiatan ini mulai dikenal. Kami senang kalau kehadiran kami bisa memberi manfaat,” tuturnya.
Bagi sebagian pengemudi ojek online, takjil yang diterima bukan sekadar makanan pembuka puasa. Ada rasa perhatian dari sesama warga kota yang membuat perjalanan mereka terasa lebih ringan.
Seorang pengemudi ojol yang menerima takjil mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut. Ia mengatakan sering masih berada di jalan ketika azan Magrib berkumandang.
“Kadang belum sempat beli makanan. Jadi kalau dapat takjil seperti ini sangat membantu,” katanya sambil tersenyum.
Romdani berharap kegiatan sederhana seperti ini bisa menginspirasi lebih banyak lagi penggiat mancing atau komunitas mancing di Balikpapan untuk ikut berbagi.
Menurutnya, kegiatan sosial tidak harus selalu besar. Hal kecil pun bisa memberi dampak positif jika dilakukan bersama.
APRI sendiri terus mengajak berbagai komunitas memancing di Balikpapan untuk bergabung dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan.
Selain kegiatan sosial, organisasi ini juga rutin menggelar agenda olahraga memancing dan turnamen.
“Ke depan kami juga akan mengadakan beberapa event mancing. Tidak hanya di Balikpapan, tetapi juga di beberapa daerah di Kaltim bahkan di luar provinsi,” jelasnya.
Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, para pengurus APRI Balikpapan berkumpul kembali. Mereka melanjutkan agenda dengan berbuka puasa bersama di rumah salah satu pengurus.
Di sana, suasana terasa lebih hangat. Percakapan ringan, tawa, dan cerita pengalaman memancing mengalir di antara para anggota.
Bagi mereka, kegiatan berbagi takjil bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk menjaga solidaritas, mempererat silaturahmi, sekaligus menunjukkan bahwa hobi memancing juga bisa membawa manfaat bagi masyarakat. (rd)
Editor : Romdani.