BALIKPAPAN – Mengantisipasi risiko kebakaran pada Ramadan hingga Idulfitri nanti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan (BPBD) memperketat kesiapsiagaan.
Di antaranya dengan mengaktifkan seluruh personel dan armada pemadam kebakaran selama 24 jam penuh.
Langkah ini diambil menyusul tingginya aktivitas masyarakat, khususnya saat memasak untuk sahur dan berbuka puasa, yang dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran rumah tangga, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Menjelang Idulfitri, masyarakat kembali diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan kompor gas, instalasi listrik, serta berbagai peralatan elektronik di rumah.
“Pemeriksaan berkala terhadap selang gas, regulator, dan kabel listrik dinilai penting guna mencegah korsleting maupun kebocoran gas yang dapat memicu kebakaran,” ujar Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali.
Keselamatan lingkungan, kata Usman, sangat bergantung pada kepedulian bersama antara petugas dan masyarakat. “Jangan tinggalkan api menyala tanpa pengawasan. Kewaspadaan kecil bisa mencegah musibah besar,” pintanya.
Enam pos pemadam kebakaran tersebar di titik strategis dioperasikan secara maksimal guna memastikan respons cepat apabila terjadi insiden.
Menurut Usman, peningkatan intensitas kegiatan rumah tangga dari dini hari hingga malam hari menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko kebakaran.
Kondisi tubuh yang lelah atau mengantuk saat memasak sahur sering kali memicu kelalaian. (*)
Editor : Ismet Rifani