Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dukung Fasilitas Kota Penyangga IKN, Pemkot Balikpapan Usulkan Rp 180 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Inpres

Dina Angelina • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:30 WIB

Pasar Inpres Balikpapan bakal punya wajah baru. Pemkot tengah melobi pusat untuk kucuran dana Rp 180 miliar demi revitalisasi total. (ANGGI PRADITHA/KP)
Pasar Inpres Balikpapan bakal punya wajah baru. Pemkot tengah melobi pusat untuk kucuran dana Rp 180 miliar demi revitalisasi total. (ANGGI PRADITHA/KP)

BALIKPAPAN - Tak sekadar pasar tradisional, revitalisasi Pasar Inpres kini jadi prioritas sebagai penunjang fasilitas kota penyangga IKN. Pemkot Balikpapan pun optimis bisa mendapat dana bantuan dari APBN. 

Sebelumnya Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud telah menyampaikan usulan pembiayaan revitalisasi Pasar Inpres kepada Menteri Perdagangan Budi Santoso. Harapannya ada kucuran APBN untuk proyek tersebut.

Dari hasil pertemuan dengan menteri, Balikpapan nampak optimis bisa mendapat bantuan dana pusat. Namun kemungkinan bantuan tidak langsung dari Kementerian Perdagangan. 

Baca Juga: Parkir Minimarket Balikpapan Harusnya Gratis, DPRD: Jangan Mau Dipungut Biaya, Itu Pungli!

Melainkan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). “Pak Menteri Perdagangan menyarankan akan membantu memfasilitasi Balikpapan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Haemusri Umar. 

Dia menjelaskan, Kementerian Perdagangan bisa memberi dukungan langsung jika kebutuhan dana di bawah Rp 11 miliar. Namun untuk pembiayaan lebih dari Rp 11 miliar akan disampaikan kepada Kementerian PU. 

Syaratnya harus mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perdagangan. Sementara revitalisasi Pasar Inpres memiliki kebutuhan anggaran sebesar Rp 180 miliar. 

Baca Juga: DPRD Balikpapan Beri Deadline 3 Bulan, Ratusan Gerai Ritel Harus Bereskan Izin Bangunan

“Sehingga pak menteri menyanggupinya hanya memberikan rekomendasi sampai dengan Kementerian PUPR,” tuturnya. Saat ini proposal dan permohonan tertulis sudah disampaikan wali kota.

Tahapan selanjutnya usulan revitalisasi perlu masuk ke aplikasi Kementerian Perdagangan. “Itu sementara dalam proses. Setelah selesai baru ada rekomendasi Menteri Perdagangan ke Kementerian PUPR,” bebernya.

Dia berharap rencana revitalisasi ini bisa terwujud dalam waktu dekat. Baik melalui dukungan pembiayaan APBN 2027 atau 2028. Jika tidak mendapat bantuan, pihaknya akan terus mengusulkan melalui APBD kota atau provinsi. 

Baca Juga: Siap-Siap Malu! DPRD Balikpapan Bakal Tempel Stiker 'Nunggak Pajak' di Toko Ritel yang Membandel

Namun Haemusri optimis, rencana revitalisasi Pasar Inpres bisa mendapat bantuan APBN dari Kementerian PU melalui Kementerian Perdagangan. “Saya melihat Lampung dibantu dana Rp 180 miliar,” imbuhnya.

Kemudian Semarang dan Bali juga mendapat bantuan. Mereka terpilih karena proposalnya untuk meningkatkan pariwisata dan mendukung sektor UMKM. Sementara Balikpapan dengan alasan mendukung IKN. 

Sebagai kota penyangga, Balikpapan perlu prasarana, sarana, dan utilitas yang bisa menunjang. “Salah satunya Pasar Inpres yang sering dikunjungi oleh tamu-tamu pejabat maupun wisatawan,” tutupnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Pasar Inpres Bakti #Kota penyangga IKN #balikpapan