KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Penanaman raya serentak kuartal I 2026 dilakukan Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro di lahan kawasan Polsek Balikpapan Timur.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Kaltim bersama jajaran sepanjang 2025 menunjukkan capaian yang sangat positif.
Selama periode tersebut, lahan pertanian yang berhasil dimanfaatkan mencapai 2.785,3 hektar dengan total produksi panen sekitar 4.176 ton.
Capaian ini meningkat signifikan hingga 248 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan efektivitas program pengembangan pertanian yang dilakukan oleh kepolisian bersama mitra terkait. Sementara itu, penyerapan hasil panen Perum Bulog 2025 mencapai 281 ton, dan hingga Maret 2026 sekitar 39 ton.
Dalam rangka memperluas lahan produktif, Polda Kaltim juga melakukan berbagai inovasi, salah satunya dengan menjalin kerjasama bersama perusahaan pertambangan untuk memanfaatkan lahan eks tambang sebagai lahan pertanian.
“Kerjasama tersebut telah menghasilkan pemanfaatan lahan seluas 255,2 hektar yang akan digunakan untuk penanaman jagung,” terang Endar.
Kolaborasi juga dilakukan dengan gabungan pengusaha perkebunan kelapa sawit yang telah menyiapkan lahan sekitar 534,4 hektar guna mendukung pengembangan sektor pertanian Kaltim.
Untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan berkelanjutan, Polda Kaltim juga mengembangkan model sinergi pentahelix, yang melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga media.
Melalui pendekatan tersebut, program pertanian dikembangkan dengan metode zero waste system, yakni sistem yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, serta pengolahan kompos.
Sistem ini dinilai lebih efisien dan mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi karena seluruh hasil samping pertanian dapat dimanfaatkan kembali. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo