Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspada Alun Laut! BMKG Rilis Peringatan Cuaca Jalur Penyeberangan Balikpapan-Mamuju

Ari Arief • Selasa, 10 Maret 2026 | 13:36 WIB

Pelabuhan Semayang Balikpapan.
Pelabuhan Semayang Balikpapan.

KALTIMPOST.ID,BALIKPAPAN-Bagi para pengguna jasa transportasi laut, khususnya armada feri dan kapal rakyat yang melintasi jalur Selat Makassar, kewaspadaan ekstra kini menjadi harga mati.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim melalui pantauan terbaru di rute Balikpapan kembali mengeluarkan peringatan dini terkait dinamika cuaca yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran.

Berdasarkan data terkini dari laman resmi BMKG Maritim yang dibagikan oleh Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Sukadi Kuncoro, Selasa (10/3/2026), kondisi perairan di rute strategis yang menghubungkan Balikpapan dengan berbagai titik seperti Mamuju dan Surabaya menunjukkan fluktuasi yang perlu dicermati.

Fenomena ini tidak hanya berdampak pada jadwal keberangkatan kapal di Pelabuhan Semayang dan Kariangau, tetapi juga bagi para nelayan tradisional di pesisir PPU.

Baca Juga: Tak Hanya Bandara Sepinggan: Layanan Bacitra Balikpapan Segera Masuk Pelabuhan Semayang dan Mal, Bakal Jadi Lifestyle

Angin Kencang dan Potensi Gelombang

Pantauan radar menunjukkan adanya pergerakan massa udara yang memicu peningkatan kecepatan angin di tengah selat. Hal ini berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang secara mendadak, terutama pada jam-jam rawan di sore dan malam hari.

"Kondisi laut bisa berubah dalam hitungan menit. Bagi kapal dengan tonase kecil, sangat disarankan untuk tidak memaksakan berlayar jika jarak pandang mulai terbatas atau tinggi gelombang melampaui ambang batas aman," tulis laporan tersebut.

Dampak Bagi Logistik IKN

Sebagai pintu gerbang utama logistik menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), stabilitas jalur laut Balikpapan adalah urat nadi pembangunan. Gangguan cuaca sekecil apa pun dapat menghambat distribusi material konstruksi dan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Sepaku dan sekitarnya.

Baca Juga: Kabar Duka dari Selat Hormuz, Kapten Miswar Hilang Kontak Usai Insiden Tugboat Musaffah 2

Oleh karena itu, BMKG mengimbau para nahkoda dan operator pelayaran untuk terus memantau pembaruan cuaca setiap enam jam sekali. Pantauan real-time ini sangat krusial untuk menghindari titik-titik kumpul awan Cumulonimbus di laut yang sering kali membawa angin kencang (squall line).

Tips Aman Melaut

Cek rutin dengan cara memantau laman maritim.bmkg.go.id sebelum memulai perjalanan. Siapkan alat keselamatan dengan memastikan life jacket dan sekoci dalam kondisi siap pakai. Jangan lupa komunikasi dengan memastikan radio panggil dan perangkat GPS berfungsi normal untuk keadaan darurat.

Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Jangan biarkan rencana perjalanan Anda terhambat oleh kurangnya informasi. Tetap waspada, tetap aman di laut.(*)

Editor : Hernawati
#pelayaran #surabaya #ppu #BMKG MARITIM #balikpapan #mamuju