BALIKPAPAN - Kelurahan Manggar menjadi sorotan utama dalam pemenuhan fasilitas pendidikan di Balikpapan Timur karena belum memiliki sekolah tingkat menengah atas meskipun dihuni sekitar 50.000 jiwa.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mendorong agar penetapan lokasi (penlok) oleh Pemprov Kaltim bisa tuntas tahun ini guna mengejar target pembangunan fisik pada 2027 mendatang.
Wakil rakyat di legislatif mengeluhkan fasilitas pendidikan yang minim di wilayah Balikpapan Timur. Terutama paling darurat adalah kebutuhan sekolah tingkat lanjutan.
Gasali mengatakan, saat ini Balikpapan Timur memiliki total penduduk lebih 80.000 Jiwa. Terdiri dari 300 RT dan empat kelurahan. Namun sayang tidak sebanding dengan ketersediaan infrastruktur pendidikan.
“Kekurangan di timur ya sangat-sangat kita butuhkan sekali sekolah jenjang lanjutan seperti SMA/SMK,” katanya, Selasa (17/3). Saat ini hanya ada dua sekolah tingkat lanjutan yakni SMA 7 dan SMK 5.
Keduanya tidak mungkin dapat menampung kebutuhan peserta didik di Balikpapan Timur. Itu yang membuat selisih lulusan SMP dan daya tampung SMA yang tersedia sangat besar.
“Artinya sangat-sangat minim sekali namanya pemerataan di setiap wilayah,” tuturnya. Khususnya di Kelurahan Manggar, jumlah penduduk kurang lebih 50.000 jiwa dengan 100 RT.
“Tapi sekolah lanjutan tidak ada sama sekali di sana,” imbuhnya. Sebagai anggota dewan dapil Balikpapan Timur, Gasali pun tidak henti-hentinya mendorong masalah ini agar mendapat perhatian dan solusi.
Sebelumnya sudah ada wacana Pemprov Kaltim mencari lahan di wilayah Manggar. Nantinya lahan ini diusulkan sebagai lokasi pembangunan sekolah. Mengingat kini kewenangan SMA/SMK berada di provinsi.
Gasali berharap tahun ini, Pemprov Kaltim sudah dapat melakukan penetapan lokasi (penlok) pembangunan sekolah. Sehingga anggaran pembangunan fisik bisa masuk pada 2027.
“Semoga semua tahapan ini berjalan dengan baik,” ucapnya. Sehingga siswa di Balikpapan Timur tak lagi kesulitan meraih kursi untuk jenjang SMA/SMK. (*)
Editor : Sukri Sikki