Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Angka Pengangguran Balikpapan Turun, Job Fair Besar-besaran Juli

Dina Angelina • Senin, 23 Maret 2026 | 17:18 WIB

SEGERA BUKA: Job Fair 2025. Meski tersedia banyak lowongan kerja , tak semua formasi terisi. Selain kurang peminat, pencari kerja belum berpengalaman, atau latar pendidikan tak memenuhi syarat
SEGERA BUKA: Job Fair 2025. Meski tersedia banyak lowongan kerja , tak semua formasi terisi. Selain kurang peminat, pencari kerja belum berpengalaman, atau latar pendidikan tak memenuhi syarat

BALIKPAPAN - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan memastikan agenda Job Fair Balikpapan 2026 akan dilaksanakan secara besar-besaran pada Juli mendatang. Meski tahun ini bursa kerja hanya digelar satu kali, para pencari kerja diminta segera mempersiapkan dokumen administrasi seperti Kartu Kuning (AK-1) agar tidak ketinggalan peluang di ribuan lowongan yang akan tersedia.

Plt Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah intens melakukan konsolidasi dengan perusahaan untuk memaksimalkan partisipasi.

“Pencari kerja paling tidak sudah mempersiapkan diri dengan mengurus kartu kuning atau AK-1,” katanya. Biasanya job fair berlangsung dua kali dalam setahun.

Tahun ini hanya satu kali pada Juli mendatang. Dia memastikan bukan berarti pencari kerja bakal kesulitan mencari informasi. “Lowongan kerja secara rutin kita update di akun media sosial Disnaker,” ungkapnya.

Berdasarkan data terbaru awal 2026, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Balikpapan menunjukkan tren positif dengan penurunan menjadi 5,94 persen atau 22.351 orang.

“Ini turun dari sebelumnya 6,22 persen,” tuturnya.  Dia menjelaskan, saat ini total angkatan kerja di Balikpapan sebanyak 362.000. Jumlah perusahaan di Balikpapan sekitar 6.789 perusahaan secara keseluruhan.

Sementara untuk pencari kerja sebanyak 5.931 orang pada awal 2026. Ada pun rata-rata dalam setahun terdapat 4.762 lowongan.

“Pencari kerja yang terserap hanya 2.215 orang. Jadi yang belum terserap 3.316 orang,” ucapnya. Dia melihat, ada tiga penyebab yang membuat serapan pencari kerja belum maksimal.

Pertama, formasi lowongan kurang diminati. Misalnya pemasaran atau sales. Kedua, pencari kerja belum memiliki pengalaman atau belum memiliki sertifikasi terkait lowongan yang tersedia. 

Ketiga dari sisi latar pendidikan belum memenuhi syarat. Contohnya kebutuhan terkait dengan tenaga kesehatan yang harus berangkat dari pendidikan khusus.

“Kami pernah buka 1.200 lowongan kerja, tetapi tidak maksimal karena lebih didominasi oleh marketing,” ungkapnya. Selain job fair, Disnaker berupaya melakukan kerja sama dengan perusahaan memberikan program magang.

“Kami melihat peminatan di bidang apa, nanti akan kami coba beri pelatihan,” tuturnya. Kuota peserta berkisar 150 orang per tahun atau sesuai dengan kemampuan anggaran daerah yang tersedia.

Terutama pelatihan excavator yang menghabiskan biaya sekitar Rp 15 juta per orang. Sebagai bukti mereka sudah terverifikasi. “Rata-rata yang sudah ikut pelatihan 80-90 persen bisa ditempatkan di dunia kerja,” tandasnya. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#Adamin Siregar #job fair #disnaker balikpapan