KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sebanyak 685 jamaah haji asal Kota Balikpapan mulai mengikuti rangkaian manasik haji pertama tahun 2026 di Embarkasi Haji Batakan, Senin (30/3).
Berbeda dari tahun sebelumnya, durasi manasik kali ini dipersingkat menjadi lima hari dengan fokus pada penguatan kebijakan dan praktik rukun haji. Lebih singkat dibanding manasik tahun-tahun sebelumnya 10 hari.
“Ini pembukaan di tingkat kota, kemudian dilanjutkan di tingkat kecamatan,” kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Balikpapan Suharto Baijuri.
Artinya kegiatan manasik akan berlangsung di enam kecamatan. Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan materi tentang kebijakan haji di Indonesia dan Arab Saudi.
“Manasik juga akan diisi dengan praktik haji. Sehingga rukun-rukun haji tidak tertinggal,” ucapnya. Suharto mengingatkan agar jamaah haji memperhatikan aspek kesehatan.
Setidaknya mengubah pola makan dan mulai rutin berolahraga. Mengingat haji merupakan kegiatan fisik. “Kalau fisik kita baik, maka pelaksanaannya bisa maksimal dan jamaah bisa berangkat,” tuturnya.
Terkait jamaah haji asal Balikpapan, total ada 20 persen yang tergolong lansia. Kemenhaj mencatat jamaah dengan usia tertua 81 tahun dan termuda berusia 17 tahun.
“Mereka sudah selesai semua administrasi dan saat ini juga ikut manasik,” sebutnya. Dalam proses manasik, jamaah lansia akan dibedakan dengan jamaah lainnya. Seperti bimbingan khusus, terutama soal ketahanan fisik.
Soal perang di Timur Tengah tidak perlu khawatir, pemerintah tentu memastikan jamaah haji tetap berangkat seperti biasa. “Tidak ada penundaan atau pembatalan untuk ibadah haji tahun ini,” tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto