KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Fungsional terbatas Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi ditutup. Selama periode libur Lebaran 2026, jalan ini melayani mobilisasi 84.457 kendaraan.
Berdasarkan data Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, arus kendaraan didominasi oleh pergerakan menuju IKN dan Kalimantan Selatan. Terhitung sejak 13-29 Maret 2026.
Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana mengatakan, total kendaraan ini terbagi 44.760 kendaraan yang mengarah ke IKN/Kalsel. Sementara 39.697 kendaraan menuju arah Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).
Dia menambahkan, puncak kepadatan terjadi pada H+2 Lebaran atau 23 Maret 2026 dengan volume mencapai 10.879 unit kendaraan. “Jumlah pada puncak arus ini hampir dua kali lipat dari rata-rata harian selama periode fungsional Lebaran 2026,” ungkapnya pada Rabu (1/4).
Baca Juga: DPRD Bontang Pastikan Penyaluran BLT, Baru 50 Persen Penerima Membuat Virtual Account
Meski tergolong padat, volume kendaraan ini masih lebih rendah dibandingkan arus periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 yang mencapai 95.975 kendaraan. Menurutnya ini dipicu antusiasme warga mencoba jalan baru untuk wisata.
Kemudian bertepatan dengan momentum Haul Guru Sekumpul di Kalimantan Selatan. Terkait kelancaran arus, pembukaan akses melalui Seksi 1B dan Gerbang Tol (GT) Manggar dinilai efektif mengurai kemacetan.
“GT 1B berkontribusi menyerap 18,71 persen atau sekitar 14.190 kendaraan dari total beban lalu lintas di GT Manggar,” bebernya. BBPJN Kaltim tetap mencatat sejumlah kendala teknis yang dialami pemudik.
Seperti pecah ban, mesin panas (overheat), hingga kendaraan mogok. Secara umum penyebab insiden karena kurangnya persiapan fisik kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh.
Baca Juga: Pemerintah Imbau WFH Karyawan Swasta, Gaji Tetap Full dan Cuti Tak Dipotong
Sebagai langkah evaluasi, BBPJN Kaltim meningkatkan sosialisasi keselamatan berkendara dan pemahaman rambu lalu lintas. “Pengerjaan sejumlah tanjakan atau ramp akan segera dirampungkan mempermudah akses keluar-masuk jalan tol,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo